Berita

foto:net

Tragedi "Brexit" Jadi Mainan DPR

Pansus Atau Panja Digulirkan
SELASA, 12 JULI 2016 | 09:39 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

DPR terlihat suka banget memolitisir masalah. Demikian juga soal horor macet di pintu keluar Tol Brebes Timur saat puncak mudik lalu alias tragedi Brexit, DPR langsung bersiap membentuk Panitia Kerja (Panja) atau bahkan Panitia Khusus (Pansus). Padahal, pembentukan Panja atau Pansus belum tentu menyelesaikan masalah.

Rencana pembentukan Panja atau Pansus disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR, Yudi Widiana Adia. Politisi PKS ini beralasan, pembentukan Panja atau Pansus diperlukan oleh Dewan untuk mengin­vestigasi tragedi Brexit yang menimbulkan belasan korban jiwa. Melalui langkah politik itu, DPR menuntut kemente­rian dan lembaga terkait ber­tanggung jawab atas tragedi tersebut.

"Melalui Panja atau Pansus, kami bisa memanggil semua pihak terkait. Sikap fraksi kami sudah selesai, karena Ketua Fraksi PKS sudah menyata­kan persetujuannya atas pembentukan Panja atau Pansus," ujar Yudi saat dihubungi, ke­marin.


Selain menelusuri trage­di Brexit, sambung dia, mekanisme Panja atau Pansus juga bisa menjadi sarana evaluasi dan perbaikan. Sebab, sebelum kegiatan mudik berlangsung, pemerintah sudah memapar­kan visi yang cukup bagus terkait pelayanan mudik, dan zero accident dalam mengatasi kemacetan.

"Ternyata itu hanya omongan saja. Buktinya, tidak ada road map atau dokumen yang diberi­kan ke DPR. Pemerintah harus membuat cetak biru soal zero accident dan mengatasi kemacetan agar ada target-target yang harus dicapai. Persoalan mudik ini jangan dijadikan rutintas pertahun saja tetapi tidak dibenahi persoalan-persoalan yang ada," imbuhnya.

Anggota Komisi V DPR, Nizar Zahro menyampaikan hal serupa. Politisi Hanura ini beralasan, pembentukan Panja atau Pansus itu sesuai Peraturan Tata Tertib DPR Nomor 1 Tahun 2014 Pasal 68. Sebab, kemacetan yang terjadi pada arus mudik di Tol Brebes Timur lebih buruk ketimbang tahun 2015 lalu.

"Saya akan usulkan Panja investigasi agar kejadian seperti ini. Apalagi, tragedi di Tol Brebes Timur yang itu menjadi pem­beritaan media internasional," ujar Nizar di Gedung DPR, kemarin.

Namun, argumen Dewan ini dianggap tidak kuat. Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menilai, pembentu­kan Panja atau Pansus tentang tragedi Brexit tak akan menyele­saikan masalah. Bagi Ray, upaya yang dilancarkan para politisi di Senayan itu hanya sebatas manuver politik alias mencari panggung.

"Sejauh ini, apa ada Pansus atau Panja yang memberikan pe­rubahan mendasar? Jika tragedi Brexit menggunakan metode penyelesaian seperti itu, saya yakin tak akan ada perbaikan menyeluruh," kata Ray saat dihubungi, kemarin.

Selama ini, DPR memang kerap membentuk Panja atau Pansus. Dua Pansus yang cu­kup fenomenal adalah Pansus Century dan Pansus Pelindo II. Namun, dua Pansus itu tidak pernah menyelesaikan dua ka­sus itu. Yang ada, Pansus hanya jadi panggung para Dewan yang ingin tampil di media.

Meski begitu, Ray tak mau buru-buru memvonis pembentu­kan pansus tak ada manfaatnya. Menurutnya, melalui meka­nisme tersebut, publik dapat mengetahui secara gamblang tentang akar persoalan dari tra­gedi tersebut.

"Sejauh ini, pemerintah terkesan saling lempar tanggung jawab. Melalui mekanisme itu, kita bisa mengetahui tentang siapa yang paling bertanggung jawab dan apa penyebabnya. Namun, kita tidak bisa ber­harap, kalau mekanisme itu menyelesaikan persoalan,"tutur dia. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya