Berita

ilustrasi/net

Politik

PRJ dan Pola Konsumtif

SENIN, 11 JULI 2016 | 17:23 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

KATANYA kalau kita mau mengetahui kelas sosial di dalam sebuah masyarakat caranya gampang, tidak usah pakai pisau analisis beraneka macam dengan teori-teori sosial yang ribet.

Rumah sakit dan tempat-tempat hiburan cukup jadi indikasi dari kelas lapisan sosial mana para pengunjungnya datang.

Tempat hiburan seperti Kebun Binatang Ragunan dan Gembira Loka misalnya segmen pengunjungnya umumnya adalah masyarakat dari lapisan kelas bawah, karena harga karcis masuk yang murah dan fasilitas hiburan yang tersedia berkelas ala kadarnya belaka.


Pekan Raya Jakarta di tahun 1970-an yang dulu berlokasi di Monas adalah pusat hiburan rakyat dari segala lapisan. Warna lokal tradisional Jakarta, yaitu kebudayaan Betawi seperti lenong, tanjidor, cokek, gambang kromong, upacara adat perkawinan, pencak silat, sampai aneka kuliner rakyat masih sangat dominan ditampilkan, termasuk penganan khas seperti kerak telor.

Bagaimana Pekan Raya Jakarta sekarang, yang berlokasi di Kemayoran, Jakarta Pusat? Apa yang disajikan dari event yang seharusnya merupakan pesta rakyat dari segala lapisan itu? Sudah hampir sepuluh tahun berjalan isi Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, ternyata adalah memasarkan/menjual barang-barang produk pabrikan belaka yang sulit dijangkau oleh kantong masyarakat lapisan bawah, seperti mobil, sepeda motor, barang-barang elektronik, dan aneka barang lainnya yang umumnya mahal.

Yang lebih "lucu" apa yang dijual di Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, tidak jarang adalah barang-barang yang sudah lazim dijual di pasar-pasar umum, seperti kasur, tempat tidur, furniture, barang-barang perlengkapan rumah tangga dan sejenisnya. Yang membedakannya hanya harga jualnya yang dibikin "miring" dan pakai diskon.

Kalau Anda datang ke Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, jangan berharap menemukan barang-barang tradisional khas kebudayaan Betawi, apalagi dapat nonton berbagai jenis pertunjukan khas kebudayaan Betawi, paling banter Anda disuguhi kerak telor.

Sudah saatnya Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, disikapi secara kritis, bukan saja oleh pemerintah DKI Jakarta sendiri, oleh DPRD DKI Jakarta, dan oleh para tokoh budaya Betawi, tetapi masyarakat Jakarta umumnya juga harus ikut mengoreksi "isi dan tampilan" Pekan Raya Jakarta selama hampir sepuluh tahun ini. Sebab pola hidup konsumtif berupa anjuran "belilah dan makanlah" sangat dominan adanya.

Bahkan di kalangan masyarakat Jakarta sekarang beredar berbagai macam sinisme terhadap "isi dan tampilan" Pekan Raya Jakarta, Kemayoran. Katanya, cara cepat menghabiskan duit dan cara tepat mempraktekkan pola hidup konsumtif adalah dengan datang ke Pekan Raya Jakarta, Kemayoran. Hore-hore dan hura-hura.[***]

Penulis adalah wartawan senior Harian Rakyat Merdeka. Korespondensi melalui email: iniorangbiasa@yahoo.com


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya