Berita

Nusantara

Ahok: Ancaman Pemecatan Efektif Pulihkan Tingkat Kehadiran PNS

SENIN, 11 JULI 2016 | 15:59 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Tingkat kehadiran pegawai negeri sipil (PNS) pemprov DKI Jakarta di hari pertama masuk kerja setelah cuti bersama Lebaran ini mendapat pujian dari Gubernur Basuki Purnama alias Ahok.

Menurut dia, tingkat kehadiran PNS DKI lebih baik dari tahun lalu. Hal itu terjadi karena dirinya mengeluarkan ancaman pemecatan terhadap setiap pejabat yang membawahi para pegawai.

Jadi sekarang pengawasan jauh lebih baik. Karena masing-masing atasan mengawasi bawahannya. Kalau atasannya enggak bisa atas, ternyata ada bolos, maka atasannya yang kita berhentikan,” ujar Ahok di Balaikota DKI, Jakarta, Senin (11/9).


Berjalannya fungsi pengawasan atasan kepada bawahan yang jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya terbukti dengan seringnya ia mendapat laporan kinerja dan pemberhentian PNS.

"Saya hampir setiap hari tanda tangan pemberhentian PNS karena dia tidak masuk dan macam-macam," terangnya.

Ahok juga ingatkan ada peraturan gubernur yang mengatur sanksi bagi PNS mangkir atau bolos kerja pada hari pertama kerja setelah cuti bersama. Mulai dari pemotongan Tunjangan Kinerja Dinamis (TKD) satu bulan, tiga bulan, enam bulan hingga setahun hingga sampai turun golongan, tidak naik pangkat dan pemberhentian.

"Pergub yang mengatur semua," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mengaku sudah jauh hari sebelumnya hari mewanti-wanti PNS DKI agar tidak mangkir pada hari pertama setelah libur panjang Lebaran.

"Kalau ada yang mangkir kerja di hari pertama, gampang, sanksinya potong TKD yang besar. Kalau perlu TKD satu bulan enggak usah dikasih," kata Djarot.

Selain TKD dipotong, PNS yang bolos pada hari pertama kerja juga akan dikenakan sanksi Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) 53/2010 tentang Displin PNS.

Pada tahun lalu, hari pertama kerja usai libur Lebaran, sebanyak 6.763 PNS DKI tidak hadir. Angka ini lebih besar dari perkiraan. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI, dari total 6.763 yang tak masuk kerja, PNS DKI yang tidak hadir tanpa keterangan atau bolos ada 126 orang.

Sementara, PNS DKI yang cuti jumlahnya 3.781 orang. Dengan rincian, izin 588 orang, sakit 630 orang dan dinas luar atau menjalani pendidikan ada 1.638 orang. [ald]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya