Berita

rachmawati soekarnoputri/net

Politik

Rachmawati: Husni Meninggalkan Misteri Pilpres 2014

JUMAT, 08 JULI 2016 | 16:17 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Di mata tokoh politik nasional, Rachmawati Soekarnoputri, kepergian Ketua KPU RI, Husni Kamil Manik, menghadap Tuhan YME menyisakan sejumlah misteri di balik dugaan kecurangan pada Pilpres 2014.

Menurut Rachma, Husni menjadi orang paling disorot dengan pro dan kontra ketika kompetisi Pilpres 2014 berlangsung sengit antara dua pasangan, Prabowo-Hatta VS Jokowi-JK.

"Nasib siapa yang akan menjadi orang nomor 1 di RI sangat tergantung lembaga KPU dan tanda tangan ketuanya, ia jadi algojo ataukah dewi fortuna yang menentukan nasib 250 juta rakyat Indonesia," ucap Rachma menanggapi kabar duka wafatnya Husni.


Rachma teringat, berbulan-bulan setelah KPU menentukan pemenang Pilpres dan pemerintahan sudah berjalan, tiba-tiba muncul kabar menghebohkan terkait bocornya SMS dari salah satu petinggi Partai Nasdem, Akbar Faizal, kepada Deputi II Kantor Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho.

Isinya, tentang kecurangan Pilpres 2014 yang dilakukan tim pendukung Jokowi-JK. Dalam SMS itu, Akbar menyebut teknologi sedot data KPU yang dimiliki oleh tim di bawah komando Luhut Binsar Panjaitan.

"Bagaimana cara pembajakan, menyedot suara lewat IT KPU untuk memenangkan pasangan tertentu, dan modus-modus operandi lain. Banyak kecurangan pemilu secara TSM (terstruktur, sistematis dan masif) yang sudah menjdi rahasia umum ketika Pilpres 2014," ucap Rachma.

Menurut Rachma, pada Pilpres 2014, lebih kental dominasi KPU dalam soal penentuan nasib bangsa Indonesia. Namun tak bisa disangkal bahwa ada nuansa desain besar untuk memenangkan kubu tertentu demi kepentingan neo liberalisme di Indonesia.

"How to lie with statistic. Angka bisa dimanipulasi," ungkap putri Bung Karno ini.

Meski di tengah kerancuan dan kejanggalan hasil Pilpres 2014 yang menjadi tanggung jawab penuh KPU, Rachma tetap mendoakan kepergian almarhum Husni Kamil Manik.

"Semoga diampuni segala dosa-dosanya, apapun, apakah sadar atau tidak sadar karena apa yang jadi keputusannya saat itu adalah menyangkut nasib Republik Indonesia," pungkas Rachma. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya