Berita

Politik

IDUL FITRI 1437 H

Ibadah Puasa Dan Lebaran Di Pyongyang Layaknya Di Tanah Air

JUMAT, 08 JULI 2016 | 09:26 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Salat Idul Fitri warga negara Indonesia di Pyongyang, Korea Utara dilakukan bersama kaum muslimin dari negara lain di Masjid Arrahman, Kompleks Kedutaan Besar  Iran, Rabu (6/7).

Setelah itu, masyarakat Indonesia berlebaran sekaligus mempererat silaturahmi pada acara halal bi halal di Wisma Duta Besar RI.  

Pada kesempatan itu hadir pula Duta Besar Malaysia dan staf beserta keluarga serta dr. Bintarti, konsultan Badan Kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Indonesia, yang sedang berada di Pyongyang untuk memberikan bimbingan teknis pengolahan data hasil survei prevalensi tuberkulosis di Korea Utara.


Membuka acara, Dubes Bambang Hiendrasto, menyampaikan dalam bulan Ramadan tahun ini masyarakat muslim Indonesia di Pyongyang, yang sebagian besar adalah duta besar dan staf KBRI serta keluarga, melakukan acara buka puasa bersama setiap hari Sabtu dan pada hari terakhir Ramadan di kantor KBRI Pyongyang.

Menjelang waktu berbuka puasa, duta besar atau staf yang mendapat giliran menjadi tuan rumah acara buka puasa pada hari itu sekaligus menyampaikan "kultum".

Semangat dalam beribadah di bulan suci Ramadan juga dilakukan oleh masyarakat muslim Indonesia dengan melaksanakan Salat Tarawih berjamaah setiap malam.

Untuk pelaksanaan zakat fitrah, infak dan sedekah, masyarakat muslim di Pyongyang, termasuk muslim Indonesia, menyalurkannya ke negaranya masing-masing.

Sebagaimana tahun sebelumnya, pada bulan Ramadan tahun ini KBRI Pyongyang juga menyelenggarakan acara malam Nuzulul Quran dengan mengundang seorang ustad, warga negara Mesir yang bekerja di Pyongyang, untuk menyampaikan tausyiah.

Selain itu, hadir pula sebagai tamu undangan Duta Besar Suriah dan Duta Besar Malaysia serta para staf dan keluarga. Putra-putri keluarga staf KBRI ikut menyemarakkan acara dengan melantunkan Salawat Badar.

Seorang warga muslim Indonesia menyatakan bersyukur dapat menunaikan ibadah puasa Ramadan dan ibadah lainnya di Pyongyang sebagaimana yang ia lakukan di Indonesia.

Berbeda dengan di Indonesia, umat muslim di Pyongyang tahun ini berpuasa Ramadhan selama 17 jam per hari, atau 4 jam lebih lama daripada di Indonesia. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya