Berita

foto: net

Nusantara

Kemacetan Brebes Telan Belasan Nyawa Akibat Presiden Yang Abai

RABU, 06 JULI 2016 | 12:34 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Keluarga dari 12 orang yang diberitakan tewas akibat kemacetan ekstrem di Brebes, Jawa Tengah, harus memperoleh retroactive insurance dari pihak-pihak yang bertanggung jawab.

"Mereka tewas jelas-jelas karena manajemen transportasi yang kacau, bukan karena kecelakaaan," kata politikus, Djoko Edhi Abdurahman, Rabu (6/7).

Djoko yakin para korban tewas akibat manajemen contingency yang tak berjalan, panduan dari udara yang tidak ada serta pusat pelaporan darurat yang tidak berfungsi.


"Ke mana heli kepolisian, badan penanggulangan bencana, dan TNI. Ini juga jelas-jelas tersedia tapi tak ada komando dari presiden," sesal mantan anggota Komisi III DPR ini.

Pada saat peristiwa kemacetan parah puluhan kilometer itu, Presiden Joko Widodo selaku manajer tertinggi malah sibuk membagi-bagikan bahan pokok ke masyarakat.

"Jadi jelas, lini komando tidak jalan," tegas dia lagi.

Djoko juga menilai ini sudah kesekian kalinya presiden abai terhadap protokoler kepala pemerintahan.

"Ketiadaan perintah pada saat momentum krisis merupakan kesalahan fatal," ucapnya.

Ramai diberitakan media, tercatat 12 orang tewas di tengah kemacetan parah arus mudik di kawasan Brebes akibat kelelahan dan penyakit bawaan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Sri Gunadi Parwoko, kendaraan ambulans sulit mengevakuasi karena para korban terpencar di beberapa lokasi kemacetan.

Salah satu korban tewas adalah bayi usia 1 tahun yang diduga meninggal akibat keracunan karbon dioksida setelah mobil yang ditumpanginya terjebak macet lebih dari enam jam menjelang pintu keluar Tol Brebes Timur. Para korban lain kebanyakan terdiri dari lansia. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya