Berita

Salman bin Abdulaziz Al Saud/net

Dunia

Raja Saudi Bersumpah Bertindak Dengan Tangan Besi

RABU, 06 JULI 2016 | 10:32 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, telah bersumpah akan bertindak dengan "tangan besi” terhadap siapapun yang membuat kekacauan di negaranya.

Ia menyatakan itu, Selasa waktu setempat, menyusul serangan bom bunuh diri terhadap tiga lokasi di negaranya pada dua hari lalu.

Saat itu, empat orang tewas di Masjid Nabawi di Madinah, situs paling suci kedua umat Islam. Hampir bersamaan, para penyerang juga beraksi di dua kota lainnya.


"Kerajaan ini sepenuhnya bertekad untuk menyerang dengan tangan besi semua orang yang bertujuan merusak pikiran atau ide-ide dari orang-orang muda  kami," kata Salman, dikutip dari Al Jazeera, dalam pidato menyambut Idul Fitri.

Seperti diketahui, keluarga Al Saud yang berkuasa di Saudi menganggap dirinya pelindung situs-situs suci Islam, Madinah dan Mekkah.

Setelah serangan itu, Mohammed bin Nayef bin Abdul-Aziz, sang putra mahkota yang merupakan ujung tombak operasi anti-teror di negara itu, mengunjungi korban yang terluka dari serangan di hari Senin. Dia berusaha meyakinkan bahwa keamanan negara sedang pada "tingkat tertinggi".

Memang sampai kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di Madinah, dan dua bom bunuh diri lainnya pada hari yang sama di luar masjid Syiah di kota timur Qatif dan dekat konsulat Amerika Serikat di Jeddah.

Kementerian Dalam Negeri Saudi mengidentifikasi penyerang di Jeddah adalah Abdullah Waqar Khan, seorang warga Pakistan berusia 30-an. Khan diketahui bekerja sebagai sopir dan telah pindah ke Jeddah 12 tahun yang lalu bersama istri dan orangtuanya.

Pakistan sendiri sudah menyatakan akan menyelidiki apakah pelaku bom bunuh diri di Jeddah adalah salah seorang warga negaranya.

Namun, dugaan bahwa Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS berada di balik pemboman semakin kuat terutama dari para pejabat Amerika Serikat.

ISIS, yang mengontrol wilayah Suriah timur dan utara Irak, telah sering mengecam monarki Saudi.

Kelompok ini juga yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom mobil hari Minggu di Baghdad, Irak, yang menewaskan lebih dari 200 orang. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya