Berita

joko widodo/net

Politik

Jokowi Diminta Sikapi Perlawanan Ahok Dan Agung Podomoro

SELASA, 05 JULI 2016 | 17:36 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Di era Presiden Joko Widodo sebenarnya terlihat komitmen negara untuk tegas terhadap perusahaan swasta yang melanggar UU dan merusak lingkungan hidup.

Karena itu, sebaiknya Presiden Jokowi pun menyikapi kasus "perlawanan" Agung Podomoro Land (APL) dan anak perusahaannya Muara Wisesa Samudera (MWS) terhadap pemerintah pusat dalam hal pembatalan reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta.

"Biasanya negara selalu kalah dengan swasta. Selama ini negara membuka peluang sehingga pihak swasta semena-mena. Tapi di era Jokowi saya melihat mengarah ke perbaikan," ujar akademisi bidang kebijakan publik, Lukman Hakim, kepada redaksi, Selasa (5/7).


Saat jumpa pers Sabtu lalu (2/7), APL dan MWS menyampaikan kekecewaan mereka atas keputusan pemerintah pusat membatalkan permanen reklamasi Pulau G. Dalam kesempatan itu, Dirut APL Cosmas Batubara mengatakan, pihaknya telah mengantongi semua persyaratan yang diminta Pemprov DKI Jakarta sebelum memulai pembangunan pulau G.

Cosmas yang pernah menjadi Menteri Perumahan Rakyat dan Menteri Tenaga Kerja di era Orde Baru mengatakan, pembatalan pembangunan pulau G itu menciptakan ketidakpastian di dunia usaha. Cosmas juga mengatakan, pihaknya hanya tunduk pada Pemprov DKI Jakarta yang mengeluarkan izin pembangunan pulau G.

Melihat hal itu, Lukman meminta Jokowi bersikap tegas baik terhadap Agung Podomoro maupun Gubernur Jakarta, Basuki Purnama alias Ahok, yang mempertanyakan keputusan pemerintah itu.

"Dia (Jokowi) tidak bisa berdiam diri dan membiarkan menterinya saja yang bergerak. Ada perlawanan swasta terhadap negara," katanya.

Lukman juga melihat inilah peluang Jokowi untuk melepas persepsi publik bahwa ia seolah bertindak sebagai "pelindung" Ahok.

Apalagi, Ahok sempat mengeluarkan pernyataan yang menuduh Komite Gabungan, yang dibentuk pemerintah untuk mengkaji kelayakan reklamasi Teluk Jakarta, sedang menyudutkan dirinya yang kerap dijuluki "Gubernur Podomoro".

"Supaya tak ada kesan itu lagi maka Jokowi harus bicara keras dalam persoalan ini," jelas Lukman. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Corak Kita di Mata Marx

Kamis, 29 Januari 2026 | 06:01

Hoaks Tersangka Putriana Dakka Dilaporkan ke Divisi Propam Mabes

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:55

Pelukan Perkara Es Jadul

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:29

Eggi Sudjana: Roy Suryo Belagu, Sok Merasa Hebat

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:12

Sekda Jateng Turun Tangan Cari Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:00

Polisi Pastikan Seluruh Karyawan Pabrik Swallow Medan Selamat

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:31

Mengenal Luluk Hariadi, Tersangka Korupsi Pengadaan Baju Ansor Rp1,2 Miliar

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:17

Tanggung, Eggi-Damai Lubis Harusnya Gabung Jokowi Sekalian

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:11

Eggi Sudjana: Tak Benar Saya Terima Rp100 Miliar

Kamis, 29 Januari 2026 | 03:40

Hukum Berat Oknum Polisi-TNI yang Tuduh Penjual Es Gabus Jual Produk Berbahan Spons

Kamis, 29 Januari 2026 | 03:08

Selengkapnya