Berita

net

Bisnis

Dana Mudik Picu Perekonomian Desa

SELASA, 05 JULI 2016 | 01:55 WIB | LAPORAN:

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) memperkirakan dana mencapai Rp 200 triliun mengalir ke desa pada tahun ini. Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah, jumlah uang yang mengalir diperkirakan bertambah deras, sehingga nantinya berdampak positif terhadap perekonomian di daerah tertinggal dan pedesaan.

"Dana desa dan dana mudik ini akan memicu ekonomi daerah tertinggal. Termasuk di Kawasan Timur Indonesia (KTI)," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Kawasan Timur Indonesia H. Andi Karumpa dalam keterangannya, Senin (4/7).

Dia menjelaskan, dana tersebut datang dari kota-kota besar dan remitansi tenaga kerja Indonesia yang ada di luar negeri. Diperkirakan lebih dari 26 juta pemudik tahun ini akan kembali ke desanya.


"Kalau rata-rata membawa pulang sekitar tiga sampai empat juta, kalikan saja dengan 26 juta ditambah dengan dana remitansi TKI kita. Bisa mencapai lebih dari Rp 120 triliun yang mengalir ke desa," beber Andi.

Menurutnya, momentum mudik Lebaran akan mendorong ekonomi daerah tertinggal untuk tumbuh. Terlebih, di saat yang sama pemerintah juga mengalokasikan dana sebesar Rp 60 triliun sebagai dana desa di seluruh Indonesia.

"Geliat ekonomi ini akan memicu permintaan di daerah-daerah dan menciptakan peluang bisnis. Geliat bisnisnnya akan terasa sampai ke desa-desa," papar Andi.

Meski demikian, Kadin mengingatkan pemerintah perlu mewaspadai ancaman inflasi akibat tingginya permintaan di daerah. Sebab, ancaman inflasi itu perlu dijawab dengan perbaikan infrastruktur desa.

"Jadi, pasokan likuiditas ke daerah dibiarkan saja mengalir tapi infrastruktur ke desa-desa yang diperbaiki, agar akses ke produsen lancar. Sehingga harga-harga terkendali," demikian Andi. [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya