Berita

haider al-abadi/net

Dunia

BOM BAGHDAD

Unjuk Gigi ISIS Dan Hancurnya Kredibilitas Pemerintah

SENIN, 04 JULI 2016 | 15:22 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, menjadi sasaran kemarahan rakyatnya setelah aksi teror ISIS kembali terjadi dan langsung membunuh sedikitnya 130 orang, termasuk lebih dari 50 anak-anak dan wanita, di kawasan perbelanjaan Karrada, Baghdad, Sabtu (2/7).

Para perempuan dan anak-anak yang berada di gedung pusat belanja bertingkat tewas terbakar atau mati lemas setelah sebuah truk pembawa bom menabrakkan badannya ke tembok bangunan.

Jumlah korban tewas dipastikan terus meningkat karena ada lebih dari 150 orang lagi yang menderita luka berat dan lebih banyak jasad yang masih terkubur di bawah puing-puing bangunan yang hancur.


Haider al-Abadi mengutuk kekejian itu dan menyatakan tiga hari berkabung di seluruh negeri.

Tetapi, rakyat Irak terlalu marah. Mereka mencemooh dan melemparkan batu ke arah rombongan PM ketika ia mengunjungi lokasi kejadian pada Minggu pagi kemarin.

"Pencuri, pencuri," teriak warga Baghdad ketika rombongan Abadi memasuki tempat tragedi.

Sebagian besar orang Irak menyalahkan kepemimpinan politik di negeri mereka atas kegagalan aparat keamanan mengantisipasi sejumlah besar bahan peledak melewati beberapa pos pemeriksaan dan masuk ke lingkungan di mana masyarakat sipil berkumpul.

Julukan "pencuri" rakyat sematkan kepada kelas elite Irak yang lemah dan korup.

"Alhamdulillah saya berhasil melempar Abadi dengan batu untuk membalas kematian anak-anak itu," kata warga bernama Ahmed, diberitakan NYTimes.

Kemarahan yang terlihat di tengah rakyat Baghdad menimbulkan pertanyaan, berapa lama lagi Abadi bisa mempertahankan jabatannya? Inikah pertanda dimulainya kembali kerusuhan besar di jalan-jalan raya yang tenang selama Ramadhan?

Situasi Baghdad semakin menunjukkan sia-sianya pasukan militer Amerika melatih tentara Irak untuk bertempur melawan ISIS. Betapa percumanya serangan udara ke kantong-kantong ISIS yang diikuti kemenangan di Fallujah.

Setelah semua pertempuran terbuka itu, kini ISIS kembali ke metode perang gerilya, mengubah ibukota negara tersebut menjadi ladang pembantaian.

Keganasan serangan dan mudahnya bom daya ledak tinggi memasuki pusat kota menunjukkan kemampuan ISIS melaksanakan operasi pembunuhan massal di Baghdad, setelah mereka terusir keluar dari wilayah kekuasaannya. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Corak Kita di Mata Marx

Kamis, 29 Januari 2026 | 06:01

Hoaks Tersangka Putriana Dakka Dilaporkan ke Divisi Propam Mabes

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:55

Pelukan Perkara Es Jadul

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:29

Eggi Sudjana: Roy Suryo Belagu, Sok Merasa Hebat

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:12

Sekda Jateng Turun Tangan Cari Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:00

Polisi Pastikan Seluruh Karyawan Pabrik Swallow Medan Selamat

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:31

Mengenal Luluk Hariadi, Tersangka Korupsi Pengadaan Baju Ansor Rp1,2 Miliar

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:17

Tanggung, Eggi-Damai Lubis Harusnya Gabung Jokowi Sekalian

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:11

Eggi Sudjana: Tak Benar Saya Terima Rp100 Miliar

Kamis, 29 Januari 2026 | 03:40

Hukum Berat Oknum Polisi-TNI yang Tuduh Penjual Es Gabus Jual Produk Berbahan Spons

Kamis, 29 Januari 2026 | 03:08

Selengkapnya