Berita

Bisnis

Terminal Tanjung Priok Tidak Manusiawi Untuk Pemudik

MINGGU, 03 JULI 2016 | 13:39 WIB | LAPORAN:

Keberadaan Terminal Tanjung Priok untuk pemberangkatan penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi dan Antar Kota Dalam Provinsi harus ditinjau ulang.

"Dengan kondisi (Terminal Tanjung Priok) seperti sekarang sungguh tidak manusiawi," kata pengamat tansportasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno.

Kumuh, kotor, dan jorok. Kesan ini sepertinya menjadi pemandangan biasa terminal tersebut. Padahal ia perhatikan di depannya sudah ada Stasiun Tanjung Priok yang bersih dan nyaman.


Penumpang yang akan mudik tidak mendapat kepastian waktu berangkat. Juga tidak ada ruang tunggu penumpang. Tenda yang dibangun justru dipakai untuk parkir sepeda motor. Sementara calon pemudik duduk lesehan di tempat yang panas.

Kondisi ini diperparah hirupan knalpot bus yang menghadap kumpulan pemudik menunggu.

"Sungguh tidak sehat," ujarnya prihatin.

Tahun depan, menurut dia, bangunan terminal hendaknya sudah direnovasi sesuai dengan PP Nomor 74 tahun 2014 tentang Angkutan Jalan.

"Jika tahun depan masih dibiarkan seperti ini, jangan harap warga makin berminat naik transportasi umum. Bahkan bisa ditinggalkan menggunakan kendaraan pribadi yang tentunya menambah macet jalan, kuras BBM, nambah polusi," terangnya.

Belum lagi menyoal tarif bus di terminal tersebut yang juga dinilainya harus ditertibkan. "Ada bus jurusan Jakarta-Madura menjual tiket senilai Rp 600 ribu per penunpang. Ini setara dengan tiket kereta eksekutif dan pesawat terbang," bebernya.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya