Berita

foto: telegraph

Dunia

Hubungan Pulih, Rusia-Turki Berkoordinasi Soal Kebijakan Di Suriah

SABTU, 02 JULI 2016 | 09:48 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Seiring usaha memulihkan hubungan yang sempat rusak, Rusia dan Turki akan "berkoordinasi" dalam kebijakan mereka atas Suriah.

Pengumuman itu disampaikan Menteri Luar Negeri kedua negara setelah pertemuan di Sochi, Rusia, kemarin (Jumat, 1/7), diberitakan Telegraph.

"Kami bisa berbicara dengan Rusia dalam setiap masalah, positif atau negatif, karena dialog yang terputus telah tersambung kembali dan hubungan kami telah mulai membaik seperti masa lalu," kata Menlu Turki, Mevlut Cavusoglu, setelah pertemuan dengan Menlu Rusia, Sergei Lavrov.


Sergei Lavrov mengatakan bahwa Turki dan Rusia ingin mengatur cara yang tepat untuk normalisasi hubungan mereka. Lavrov menambahkan bahwa kedua belah pihak juga akan melanjutkan kerjasama kontra-terorisme.

Kerjasama kontra-terorisme yang pertama akan mereka jalankan terkait serangan bom bunuh diri terhadap bandara Ataturk di Istanbul, Turki,  pada hari Selasa lalu.

Penyelidikan menyebutkan dua pelaku dari serangan yang menewaskan 44 orang itu adalah warga Kyrgyzstan dan warga Uzbekistan. Otak serangan itu diyakini adalah Ahmad Chatayev, seorang veteran perang Chechnya yang disebut Rusia memiliki posisi senior dalam kelompok teror ISIS.

Pembicaraan Jumat kemarin adalah pertemuan tingkat tinggi pertama sejak Presiden Vladimir Putin menerima permintaan maaf pemimpin Turki Recep Tayyip Erdogan. Keduanya berjanji untuk memperbaharui hubungan perdagangan dan kerjasama kontra-terorisme menyusul krisis diplomatik selama sembilan bulan.

Hubungan antara Rusia dan Turki hancur pada bulan November 2015 ketika pesawat F-16 militer Turki menembak jatuh pesawat SU-24  Rusia yang melaksanakan misi di Suriah. Dalam kejadian itu dua prajurit Rusia tewas. Putin sangat marah dan memutus kerjasama ekonomi dan banyak bidang lain dengan Turki sampai ada permintaan maaf dari Turki.

Baru beberapa hari lalu, Erdogan secara resmi mengirim surat permintaan maaf kepada Putin dan menyatakan penyesalannya atas kejadian itu. Ia juga menyampaikan maaf kepada keluarga prajurit Rusia yang tewas. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya