Berita

Politik

Tito Karnavian: Saya Mohon Doa Kepada Senior

JUMAT, 01 JULI 2016 | 00:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Calon Kapolri Komisaris Jenderal (Komjen) Tito Karnavian meminta restu kepada para seniornya untuk menjadi Kapolri. Tito mengungkapkannya dalam acara silaturahmi yang digelar Ali Amir & Associates di Grand Rubina Business Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (30/6).

Hadir dalam silaturahmi tersebut sejumlah tokoh penting penegak hukum, advokat sampai jenderal-jenderal polisi. Seperti hakim Mahkamah Agung Artidjo Alkotsar, eks Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki, senior Tito bekas Kabareskrim yang sekarang menjadi Sekretaris Umum Lemhanas Komjen Suhardi Alius, Brigjen Edward Syah Pernong, advokat Arie Yusuf Amir dan Anwar Fuadi, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab, sejumlah kepala daerah seperti Gubernur Lampung dan Wakil Gubernu Sumatera Selatan serta pengamat politik Charta Politika Yunarto Wijaya.

Datang bersama pengawalnya, Tito yang memakai batik cokelat tak segan menyalami sejumlah hadirin yang hadir. Termasuk memberi hormat kepada seniornya, Suhardi Alius dan cipika-cipiki. Pemandangan ini seolah menepis kabar bahwa ada penolakan para senior di korps Bhayangkara.

"Tentu sudah mendengar mengenai penunjukan saya sebagai calon Kapolri. Saya mohon doanya kepada senior," ujar Tito dalam sambutannya.

Dia mengaku tidak pernah bermimpi dan tidak menyangka sama sekali ditunjuk sebagai Kapolri oleh Presiden. Malahan, Tito menyebut berusaha nge-les berkali-kali.

"Tak menyangka, surprise, berusaha ngeles juga berkali-kali," ujarnya.

Tito menyatakan, ditinjuknya dia sebagai Kapolri adalah sebuah peristiwa yang penuh makna.

"Ini peristiwa spiritual bagi saya. Karena tidak diharapkan dan tidak diinginkan. Ini bukan berkah, ini lebih kepada cobaan. Saya kira ini bahkan beban untuk melaksanakan amanah yang berat," ungkapnya.

Selanjutnya, Tito menyerahkannya kepada Tuhan terkait proses selanjutnya. Dia mengaku tak melakukan persiapan apapun untuk menyambut pelantikan.

"Masih ada proses, saya sepakat kepada Allah terserah kehendak Allah saja kalau Allah sudah mengatakan kun fayakun. Saya juga berdoa kepada Allah supaya dapat menjalankan amanah ini," pungkasnya.

Komjen Suhardi Alius menanggapi pencalonan Komjen Tito Karnavian menjadi Kapolri. Dia menampik anggapan banyak senior di atas Tito yang tidak setuju dengan pilihan presiden.

"Kita mendukung, senior mendukung," ujarnya di tempat yang sama.

Dia yakin penujukan Tito sudah tepat. Buktinya, hampir tidak ada resistensi dari berbagai pihak seperti pada pencalonan Kapolri sebelum-sebelumnya.

"Bagus, itu sesuai kompetensi. Pak Tito yang terbaik buat bangsa dan negera ini," ujarnya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya