Berita

Djoni Rolindrawan/dok

Bisnis

Nakhoda Sendiri Tak Dihargai, Menhub Dan Menaker Diminta Responsif

RABU, 29 JUNI 2016 | 15:55 WIB | LAPORAN:

Sejatinya tenaga kerja Indonesia bekerja secara merdeka dan berdaulat di negeri sendiri. Pesan kemerdekaan itu rupanya berbanding terbalik dengan kenyataan yang secara implementatif minim pengawasan dari pemerintah.

Padahal aturan regulasi sudah kuat seperti UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, UU 17/2008 tentang Pelayaran, serta perundangan dan peraturan turunan lainnya.

Nakhoda Kapal MV Crest Odessey 1, Capt. Rusli Efendi tadi pagi mengeluhkan kondisi dia dan anak buahnya setelah menandatangani kontrak kerja dengan PT Jawa Tirtamarin ternyata di atas kapal juga terdapat nahkoda dan perwira asing lain dari Inggris, Kroasia, Lithuanian, Malaysia, dan India.


"Ternyata kami sebagai kru orang Indonesia di atas kapal hanya dijadikan pelengkap saja, tidak diberikan kekuasaan apapun, bahkan kru asing telah merendahkan harga diri Nahkoda dari Indonesia," tulis Capt Rusli Efendi via WhatsApp kepada anggota DPR, Capt Djoni Rolindrawan, Anggota DPR RI yang notabene seniornya, Rabu (29/6).

Capt Rusli menuturkan, pengalamannya selama 10 tahun lebih menggeluti dunia nakhoda, di luar negeri dihargai seperti anak emas. Kondisi ini berbanding terbalik saat bekerja di negeri sendiri yang diperlakukan layaknya anak tiri.

"Kalau seperti ini tidak dikontrol dengan baik oleh pemerintah, tidak tertutup kemungkinan banyak orang asing bekerja di atas kapal tidak sesuai dengan izin yang dimiliki seperti nakhoda, KKM, masinis 1, 2 orang mualim 1, 2 electrician, crane operator," lanjut Rusli.

Menurut Djoni, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan dan Kementerian Ketenagakerjaan harus menindaklanjuti persoalan tenaga kerja di dalam negeri seperti dialami Capt Rusli.

"Sebagai perwakilan pemerintah, Menhub Jonan dan Menaker Hanif agar saling berkoordinasi dengan baik dan menindaklanjuti setiap pengaduan tenaga kerja, termasuk nahkoda. Mereka adalah bangsa Indonesia yang punya jati diri, bukan bangsa lain," pinta legislator dari Fraksi Hanura Ini.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya