Berita

net

Bisnis

Tax Amnesty Tidak Ampuh Tambal Defisit Anggaran

SELASA, 28 JUNI 2016 | 23:00 WIB | LAPORAN:

Rancangan Undang-Undang Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty yang baru saja disahkan DPR RI dipastikan tidak akan mampu menambal defisit anggaran dalam APBN Perubahan 2016 yang sebesar Rp 273 triliun

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP BUMN) Bersatu Arief Poyuono menjelaskan, dengan fasilitas Tax Amnesty, para pengemplang pajak dan koruptor yang menyimpan dana di luar negeri akan mendapat pengampunan pajak dengan cukup membayar 1,5 persen dari hitungan total jumlah pajak yang dikemplang yaitu Rp 4000 triliun.

"Akibatnya justru postur APBNP 2016 akan makin mempercepat krisis ekonomi," katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (28/6).  


Belum lagi, pada September 2016 mendatang, di mana merupakan bulan jatuh tempo pembayaran cicilan pokok dan bunga dari Surat Utang Negara (SUN) dan swasta, serta utang luar negeri yang sangat membutuhkan devisa. Akibatnya pemerintah akan gagal bayar pada para kreditor di luar negeri .

"Begitu juga pasar akan semakin merespon negatif terhadap postur APBNP 2016 yang sumber pembiayaannya juga tidak jelas," beber Arief.

Untuk itu, terkait UU Tax Amnesty, dalam beberapa hari ke depan  FSP BUMN Bersatu dan masyarakat patuh pajak menyerukan pembangkangan sosial untuk menolak membayar pajak. Serta segera mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi untuk membatalkan UU Tax Amnesty yang melanggar konstitusi.

"Sejalan dengan itu juga mendesak KPK, Kejaksaan Agung dan kepolisian untuk memantau para koruptor yang mengunakan fasilitas Tax Amnesty. Agar segera menyiapkan delik hukum agar bisa membawa para koruptor ke meja hijau," tegas Arief. [wah]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya