Berita

Nila F Moeloek:net

Wawancara

WAWANCARA

Nila F Moeloek: Ini Bukan Kelalaian, Tapi Memang Ada Oknum Yang Ingin Ambil Keuntungan

SELASA, 28 JUNI 2016 | 09:10 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek meyakini keberadaan vaksin palsu yang belakangan terungkap dampaknya tidak ter­lalu membahayakan kesehatan. Menurut Nila, vaksin palsu itu tidak akan menyebabkan kema­tian. "Karena suntikan dari imu­nisasi itu hanya setengah sampai satu cc," kata Nila di Gedung DPR, Jakarta, kemarin. Berikut penjelasan Nila mengenai kasus tersebut.

Bareskrim mengungkap peredaran vaksin palsu, tang­gapan Anda?
Kementerian Kesehatan mengecam adanya pemalsuan vak­sin yang dapat mengancam kesehatan generasi penerus bangsa. Kementerian Kesehatan sangat menentang dan tidak bisa mem­beri toleransi pemalsuan obat termasuk vaksin yang berbahaya pada kesehatan.

Lantas bagaimana penanganannya terhadap vaksin palsu yang kadung beredar?

Lantas bagaimana penanganannya terhadap vaksin palsu yang kadung beredar?
Vaksin untuk program imu­nisasi yang diselenggarakan oleh pemerintah dapat dimanfaatkan oleh seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik fasilitas pemer­intah maupun swasta.

Lantas apakah ada risiko kematian jika divaksin meng­gunakan vaksin palsu?
Nggak, nggak sampai (meninggal). Karena gini, suntikan dari imunisasi itu hanya setengah sampai satu cc .

Kasus vaksin palsu terungkap, bagaimana sebenarnya program vaksin milik pemerintah?
Dari pemerintah itu program. Jadi artinya, program imunisasi kita dari Bio Farma dan mendis­tribusikannya melalui dinas provinsi.

Tetapi, ada swasta yang me­mang bisa membeli juga kepada Bio Farma. Tapi kalau program pemerintah adalah vaksin dasar, atau vaksin yang wajib. Jadi ada delapan vaksin.

Lantas kenapa masyarakat bisa mendapat vaksin pal­su?
Jadi ada beberapa masyarakat, umumnya yang mampu, itu menginginkan misalnya vaksin cacar air, vaksin influenza, tapi tidak ada di program Bio Farma. Dan akhirnya itu diimpor dan harganya mahal.

Jadi itu yang dipalsukan. Bio Farma sudah menjelaskan kalau program pemerintah harganya murah, dan nggak ada yang mau memalsukan.

Apakah pengawasan yang lemah atau ada kelalaian?
Bukan kelalaian, jadi memang ada oknum yang ingin mengam­bil keuntungan. Dan ini yang mau diselidiki.

Berapa besar jumlah anak yang mengkonsumsi vaksin palsu?

Ini yang sedang kami te­lusuri. Jadi nanti data yang kami dapatkan dari Bareskrim, ini rumah sakit atau fasilitas kesehatan mana, ini nanti kita lihat. Tapi selain itu juga ada cara lain.

Apa itu?
Yaitu seperti yang dikatakan tim dokter Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dilakukan pengulangan juga bisa.

Jadi upaya pemerintah un­tuk menenangkan masyarakat saat ini bagaimana?
Tadi sudah banyak dikata­kan, kesimpulannya kan sudah diketahui.

Lantas usaha pemerintah mencari oknum yang terkait kasus vaksin palsu?
Itu urusan polisi. Tapi kami tentu kerja sama. Seperti isinya dulu yang ingin kami ketahui, betul nggak palsu atau tidak. Nanti akan dilakukan uji lab.

Koordinasi dengan Kepolisian bagaimana?
Bagus. Kita kan selalu berkoordinasi dan saya kita itu sudah jelas.

Berapa anak yang sudah jadi korban?
Tidak ada, sudah diungkapkan semua. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya