Berita

foto: net

Bisnis

Pemerintah Harus Tegas Soal Perseteruan Telkomsel Vs Indosat

MINGGU, 26 JUNI 2016 | 13:22 WIB | LAPORAN:

Dunia telekomunikasi Indonesia akhir-akhir ini terjadi kegaduhan, perseteruan Telkomsel dan Indosat. Banyak juga muncul reaksi dari operator lain yang sudah angkat bicara terkait isu itu.

Tentang pemangilan kedua operator, Telkomsel dan Indosat oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Direktur Rumah Aspirasi, Dhika Yudistira mengatakan harus ada pengawalan kasus ini dari civil society agar KPPU sebagai pengawas dari persaingan usaha agar lebih objektif dan transparan.

"Jika ini benar adanya yang melanggar UU 5/1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, KPPU harus bertindak tegas," ungkap Dhika di Jakarta, Minggu (26/6).


Dia berharap pemerintah dalam mengawasi persaingan usaha di dunia telekomunikasi tetap sehat dan kompetitif. Dan tidak kalah penting, konsumen bisa mendapatkan alternatif di bidang telekomunikasi, dan bisa lebih objektif dalam memilih produk.

"Konsumen harus mempunyai pilihan yang sesuai dengan kemampuan kantong mereka agar terus bisa menikmati akses telekomunikasi. Informasi yang saya dapat dari Indonesia Timur, bahwa disana dikuasai oleh satu oprator karena memiliki jaringan dan sinyal yang kuat. Apabila di suatu daerah dikuasai oleh satu oprator saja, maka operator tersebut bisa seenaknya saja menaikan harga, karena tidak ada persaingan," papar Dhika.

Terakhir, lanjut Dhika, pemerintah harus mencari akar permasalahan dari semua kegaduhan di bidang telekomunikasi. Jika tidak, maka yang akandi rugikan adalah masyarakat.

"Masyarakat juga harus kritis menangapi isu ini, karena mereka bukan hanya harus melihat dari sisi persaingan bisnis saja, tetapi juga harus melihat dari segi regulasi, yaitu tentang isu PP network sharing," tukasnya.

Diketahui, tudingan Telkom Group (Telkomsel) melakukan diskriminasi dalam berbisnis dilontarkan oleh CEO Indosat Alexander Rusli. Indosat menuding tak diperlakukan secara adil dalam negosiasi untuk pembukaan interkoneksi sehingga sulit bersaing di luar Jawa. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya