Berita

Bisnis

Seteru Indosat Vs Telkomsel, Pemerintah Di Mana?

JUMAT, 24 JUNI 2016 | 13:14 WIB | LAPORAN:

Pemerintah diminta campur tangan mengatasi perang dingin antara Indosat Ooredoo dengan Telkomsel.

Lingkar Studi Mahasiswa (Lisuma) Indonesia memandang penting hadirnya pemerintah dalam seteru dua perusahaan jasa telekomunikasi itu yang  berawal pemasangan spanduk iklan 'sindir' Indosat tentang tarif Telkomsel.

Perseteruan kian memanas dengan kabar pembelian simcard Indosat secara sporadis oleh sales Telkomsel agar tidak masuk pasaran wilayah Indonesia timur.


Terlebih diketahui, Telkomsel di Indonesia timur sangat dominan, yaitu lebih dari 80 persen penduduk di sana memakai provider itu.

"Ini kita harus cari tahu kenapa Telkomsel sangat dominan, apakah lawan bisnis mereka tidak membagun infrastruktur? Atau ada masalah lain? Karena logika saya ini hanya satu operator yang sangat dominan, tetap di Indonesia ada lima operator lagi yang juga sama nasibnya tidak bisa berkembang di Indonesia timur," ujar Sekretaris Jenderal Lisuma Indonesia, Al Akbar Rahmadila melalui siaran pers, Jumat (24/6).

Menurut Akbar, jika benar adanya praktik monopoli maka ini pelanggaran UU 5/1999 tentang larangan praktik monopol dan persaingan usaha tidak sehat.

Tugas pemerintah, khususnya Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) harus lebih aktif bertindak dan transparan. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) juga sebagai regulator harus mencari solusi untuk permasalahan ini, terutama menyangkut bisnis telekomunikasi di Indoneia timur.

Lisuma Indonesia, masih kata Akbar, berpandangan harus adanya penyimbang isu dan gerakan yang mencerdaskan masyarakat untuk kepentingan bersama. Yaitu dengan mendorong sharing network dan juga menyeimbangkan pernyataan di media.
Pasalnya dari isu itu yang diuntungkan justru  Telkomsel dan Indosat sebagai pihak bersalah karena iklan mereka tendensius.

Untuk itulah, Lisuma Indonesia menginsiasi diskusi bertajuk 'Ada Apa Dengan Telekomunikasi Indonesia? Di mana Peran Pemerintah?' yang akan diadakan Senin (27/6) pekan depan pukul 4 sore di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

"Seminar ini akan dihadiri mahasiswa dan juga media. Yang bertujuan untuk mengetahui objektivitas dari isu yang sedang memanas ini yaitu tentang Telkomsel dan Indosat," demikian Akbar.[wid]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Pakistan Siap Jadi Tuan Rumah Putaran Baru Perundingan Iran-AS

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:13

Rayakan Persib Juara, Replika Maung Raksasa Bomber Guncang Asia Afrika

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:06

Iran Tempuh Jalur Damai dengan Kekuatan dan Diplomasi Bermartabat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:02

Rudi Hartono: Blackout Sumatera Momentum Evaluasi Jaringan dan Mitigasi

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:30

Ekonomi Syariah Harus Perkuat Perlindungan Sosial Masyarakat

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:10

PHE Optimistis Proyek CCS Indonesia-Korsel Buka Peluang Investasi Baru

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:02

Kualitas Konsumsi Jemaah Haji Harus Dijaga Meski Dapur Berjarak 12 Km

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:00

Trump: Kesepakatan Damai Iran Hampir Rampung, Selat Hormuz Segera Dibuka

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:49

Pertamina Trans Kontinental Optimalkan Layanan Maritim Lewat Kerja Sama STS Proyek FAME

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:47

Menkop Sindir Organisasi yang Hanya Sibuk Seremonial

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:30

Selengkapnya