Berita

iskan qolba lubis/net

DPR: "Dampak" Pengundian Pemondokan Haji Harus Dipersiapkan Matang

JUMAT, 24 JUNI 2016 | 03:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

DPR berharap agar qurah alias pengundian pemondokan bagi jamaah haji Indonesia dapat diikuti dengan persiapan maksimal, khususnya terkait akomodasi jamaah haji. Hal itu agar pengundian tersebut dapat menunjukkan prinsip keadilan dan transparansi dalam tahapan penyelenggaraan ibadah haji.

"Musim haji 2016 memang belum tiba. Namun bukan berarti persiapan terkait akomodasi bagi calon jamaah haji saat ini belum dirumuskan. Agar persiapannya maksimal, maka harus dimatangkan segera, antara lain terkait dengan pemondokan dan transportasi bagi calon jamaah haji di Arab Saudi karena tidak terhindarkan sebagian jamaah kita akan menempati hotel-hotel yang berjarak lumayan jauh," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis di Jakarta, Kamis (23/2).

Selain itu, Iskan menambahkan, adanya pemondokan jamaah yang tersedia sangat beragam, baik dari segi wilayah, jarak maupun kapasitasnya. "Oleh karena itu, sering muncul pertanyaan dari jamaah, mengapa kloter atau provinsi kami ditempatkan disini dan yang lain di sana, selalu saja muncul pertanyaan bernada seperti itu," katanya.


Selain itu, Iskan turut menjelaskan bahwa dalam hasil pembahasan antara Komisi VIII DPR dengan Kementerian Agama (kemenag) beberapa hari silam, telah diputuskan bagi jamaah yang tinggal di hotel yang berlokasi jauh dari Masjidil Haram akan difasilitasi bus yang beroperasi 24 jam secara non stop.

"Oleh karena itu, saya minta petugas haji harus memastikan bus-bus tersebut standby di tempatnya," jelas Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara II ini.

Di lain sisi, Komisi VIII pun mengapresiasi kinerja Kemenag atas beberapa pencapaian positif dari pelayanan haji yang semakin baik dari tahun sebelumnya.

"Dari sisi biaya peneyelenggaraan ibadah haji (BPIH) telah ada penurunan. Kemudian dari sisi jadwal makan jamaah haji, telah ditingkatkan menjadi 24 kali, selama pelaksanaan haji. Itu merupakan peningkatan seratus persen dari tahun sebelumnya," puji Iskan.

Meskipun demikian, Komisi VIII, menurut Iskan, tetap meminta pemerintah untuk mengantisipasi beberapa hal penting terhadap jamaah saat di Tanah Suci.

"Seperti perubahan jalur lalu lintas, dan penunjuk jalan dari asrama ke masjid atau sebaliknya, agar tidak membingungkan," terang Iskan. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya