Berita

Prakoso BS/net

Masyarakat Perbatasan Kalbar Mendapat Pelatihan Wirausaha Kerupuk

RABU, 22 JUNI 2016 | 18:04 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Kementerian Koperasi dan UKM melatih masyarakat di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, untuk berwirausaha.

Masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan ujung timur Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia itu dilatih membuat kerupuk basah dan kue kering.

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Prakoso BS, mengatakan, produk lokal dengan potensi ekonomi yang tinggi harus dikembangkan agar menjadi alternatif sumber penghasilan dan kesejahteraan masyarakat perbatasan.


"Terlebih karena keterbatasan akses masyarakat di daerah perbatasan maka perlu dibekali dengan kemampuan berwirausaha sehingga memiliki alternatif sumber penghasilan," kata Prakoso.

Karena itu, pihaknya menggelar pelatihan wirausaha pada 16 Juni lalu di Aula Diklat Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kapuas Hulu.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 80 peserta, terdiri dari 40 peserta pelatihan pembuatan roti dan kue kering, sedangkan 40 peserta lainnya adalah pelatihan pembuatan kerupuk basah.

Seluruh peserta tersebut berasal dari Kecamatan Putussibau Utara, Putussibau Selatan, Kecamatan Badau, Puring Kencana, dan masyarakat sekitar. Pelatihan yang diberikan memuat materi untuk memperkaya pengetahuan, kemampuan dan wawasan peserta. Dengan begitu produk-produk yang dihasilkan masyarakat setempat semakin mempunyai nilai ekonomi dan daya saing yang cukup tinggi.

Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi memberikan apresiasi kepada Kementerian Koperasi dan UKM RI atas kegiatan Pelatihan Vokasional Daerah Perbatasan di daerah Ujung Timur Provinsi Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia.

Selama ini kerupuk basah merupakan makanan khas dari Putussibau yang dianggap memiliki potensi ekonomi yang besar karena sudah dikenal sebagai ikon khas daerah.

Dalam pemaparan materi perkoperasian yang disampaikan oleh Kabid Bidang Perkoperasian Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi setempat, Arryadi, disampaikan soal pentingnya masyarakat untuk membentuk koperasi untuk meningkatkan jaringan dan pemasaran produk.

Setelah selesai mengikuti pelatihan tersebut, para peserta diimbau membentuk kelompok usaha bersama yang nantinya bisa menjadi koperasi. [ald]

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

SWSI Soroti Kasus Febrie dan Ucapan Hotman, Tekankan Integritas Hukum serta Kebebasan Pers

Senin, 20 Juli 2026 | 08:13

Erdogan Ucapkan Selamat kepada Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:57

Pos Indonesia Gagal Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,12 Miliar

Senin, 20 Juli 2026 | 07:45

Basis Pajak Lemah, Pemerintah Disarankan Turunkan Target dan Incar Sektor SPPG

Senin, 20 Juli 2026 | 07:26

Raja Felipe dan Keluarga Kerajaan Rayakan Kemenangan Timnas Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 | 07:03

Kawal Distribusi BBM

Senin, 20 Juli 2026 | 06:49

Menyambut Keruntuhan UUD 2002

Senin, 20 Juli 2026 | 06:20

Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM Kembali Normal di Sumut

Senin, 20 Juli 2026 | 05:59

Gerakan Minum Susu jadi Perjuangan Bersama Sukseskan MBG

Senin, 20 Juli 2026 | 05:43

Membaca Kembali Doktrin AH Nasution

Senin, 20 Juli 2026 | 05:29

Selengkapnya