Berita

net

Nusantara

Daging Sapi Impor Penugasan Kemendag Masuki Pasar

SELASA, 21 JUNI 2016 | 22:41 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Perusahaan importir daging sapi PT. Impexsindo Pratama menggelar operasi pasar dengan menjual daging sapi murah asal Australia di Jalan Taruna, Pulogadung, Jakarta Timur.

Importasi daging sapi oleh swasta ini merupakan penugasan dari Kementerian Perdagangan untuk menyediakan stok daging hingga mencukupi kebutuhan masyarakat dan menjualnya ke pasaran dengan harga murah di bawah pasar.

"Untuk tahap awal kami menyiapkan sebanyak 300 ton daging untuk dijual kepada masyarakat ibu kota," kata General Manajer PT. Impexsindo Pratama, Fenny, dalam keterangan persnya, Selasa (21/6).


Pada operasi pasar tahap pertama ini daging sapi khas dijual Rp 79 ribu dan daging sapi rendang berlemak Rp 60 ribu per kilogram. Jika antusiasme masyarakat cukup tinggi maka pasokan daging di operasi pasar akan terus ditambah sampai Hari Raya Idul Fitri hingga 3.000 ribu ton.

Fenny mengatakan, operasi pasar ini lebih diutamakan untuk pedagang. Tetapi jika masyarakat ingin membeli secara kiloan maka akan disediakan.

"Kalau pegadang beli barang besar dengan harga murah, maka otomatis mereka juga akan jual murah. Jadi kalau targetnya hanya retail tetap tidak bisa menurunkan harga daging," katanya.

PT. Impexsindo Pratama menyiapkan sebanyak-banyaknya stok daging 10 sampai 50 ton per hari. Sedangkan kebutuhan daging untuk konsumsi Jakarta setiap harinya berkisar 300 ton. Soal dipilihnya Pasar Palad Pulogadung sebagai lokasi operasi pasar, alasannya agar tepat sasaran karena tempat tersebut merupakan pusat penjualan daging di DKI Jakarta di mana para pedagang daging di lima wilayah di Jakarta membeli di Pasar Palad.

Rencananya, pekan depan PT. Impexindo juga akan melakukan operasi pasar yang sama di lima wilayah DKI Jakarta lainnya, bila perlu sampai ke beberapa daerah di Indonesia yang kekurangan stok daging hingga harganya menjadi di bawah Rp 80 ribu per kilogram.

"Dengan adanya operasi pasar ini kami berharap bisa membantu masyarakat kecil," jelas Fenny.

Sementara itu, Plt. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih menyambut baik operasi pasar yang dilakukan PT. Impexindo Pratama. Menurutnya, penugasan diberikan sesuai Undang-Undang Nomor 7/2014 Tentang Perdagangan yang mengatur soal tanggung jawab Kemendag dalam mengatur harga daging.

Menurut Karyanto, kualitas daging yang dimiliki PT. Impexindo Pratama sangat bagus. Hal tersebut yang membuat Kemendag juga memberikan tugas kepada PT. Impexindo untuk melakukan operasi pasar.

"Kami optimis, karena yang penting pasukannya cukup dan melalui impor bisa menambah pasokan daging," katanya.

Seorang distributor dari Medan, Sumaryanto mengatakan, operasi pasar sangat membantu para distributor. Karena selain harganya murah, kualitas daging pun sangat baik karena ada prosedur untuk mengirim antar pulau dan juga diperiksa di badan karantina.

"Rencananya saya akan membeli sekitar 1,5 ton dan akan langsung dikirim ke Medan. Di sana saya akan jual sekitar Rp 85 ribu per kilo karena ada biaya transportasi yang harus diganti," kata Sumaryanto. [wah]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya