Berita

Bisnis

KKP Salah Fokus, Ilegal Fishing Mestinya Urusan TNI AL

SELASA, 21 JUNI 2016 | 16:58 WIB | LAPORAN:

Pertahanan militer laut harus diperkuat sebagai benteng terluar wilayah kedaulatan wilayah RI. Terlebih mengingat penyusup kapal-kapal asing kerap berusaha tanpa izin menangkap ikan di perairan Indonesia.

Ini bukti bahwa negara Indonesia masih belum steril dari gangguan ancaman luar negara.

Demikian pandangan anggota Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin dalam siaran persnya, Selasa (21/6).


"Kami ingin KKP fokus pada tugas pokoknya. Sebagai penanggung jawab utama pengembangan sektor perikanan dari hulu sampai hilir," ucap politisi PKS ini.

Akmal menjelaskan, masih banyak yang perlu fokus perhatian lebih dalam pekerjaan pengembangan sektor perikanan, seperti peningkatan produksi perikanan tangkap, pengembangan budidaya perikanan, perbaikan logistik dan meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan serta petambak garam.

"Biarkan TNI angkatan laut (AL) yang bekerja secara serius untuk pengamanan laut kita," tambah Akmal.

Akmal memaparkan, pada akhir tahun 2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkirakan produksi perikanan tangkap Indonesia 7 juta ton. Namun pada kenyataannya, saat ini KKP disibukkan kasus impor ikan yang dianggap tidak masuk akal hingga menuai kecaman dari berbagai pihak.

Impor ikan 2 ribu ton yang baru-baru saja terjadi, menurut dia, bukti bahwa KKP salah fokus dalam bekerja.

"Satu hal sebagai masalah penting yang tidak diselesaikan adalah masalah armada laut nasional pengangkut ikan dan sistem logistik yang buruk," urainya.

Andi Akmal menyarankan, sebaiknya masing-masing lembaga negara fokus dalam bekerja. Illegal fishing serahkan pada TNI AL. Sedangkan KKP fokus memenuhi target kebutuhan produksi perikanan laut dan darat.[wid]
 


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya