Berita

sufmi dasco/net

Hukum

Sufmi Dasco: Polri Jangan Semena-mena Terhadap Investor Asing

SELASA, 21 JUNI 2016 | 13:02 WIB | LAPORAN:

Lembaga Polri harus berwawasan luas serta menyadari bahwa mereka juga bertanggung jawab membangun iklim investasi di Indonesia.

Untuk itu, Polri harus serius menangani kasus-kasus terkait investor asing sesuai hukum yang berlaku.

"Kalau Polri memperlakuan investor asing secara semena-mena, tingkat kemudahan investasi di Indonesia akan merosot," kata anggota Komisi III DPR, Sufmi Dasco Ahmad, kepada wartawan, Selasa (21/6).


Sufmi Dasco mengakui bahwa pihaknya menerima keluhan masyarakat soal sikap tak adil Polri ketika membekukan saham yang menjadi agunan hanya atas dasar laporan debitur, tanpa pernah mendengar keterangan kreditur.

"Kalau semua nasabah bank (debitur) di Indonesia ini mengadukan kreditur dan minta agar agunan dibekukan, maka sistem perbankan Indonesia akan ambruk total. Saya mau tanya, apakah polisi menyadari implikasi ini?" ujar Sufmi Dasco.

Kasus yang dimaksud Sufmi itu sebelumnya sudah disinggung Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Neta Pane. Neta mengeritik tindakan polisi yang membekukan agunan hanya berdasarkan laporan Harun Abidin yang meminjam sejumlah uang dari Cedrus Investments Ltd. Harun sendiri meminjam dengan agunan saham PT Cakra Mineral Tbk (CKRA).

Sufmi Dasco pun meminta Polri segera membereskan masalah Cedrus Investments Ltd, supaya investor asing tidak takut datang ke Indonesia dan lebih takut lagi jika berurusan dengan kepolisian RI.

"Harus dibuktikan, berurusan dengan Polri justru jalan paling aman. Maka jangan terjadi lagi seperti yang dialami Cedrus, di mana Cedrus belum pernah dipanggil tetapi agunan sudah dibekukan,” katanya

Harun Abidin mengadukan Cedrus pada akhir 2015 dan diketahui Cedrus dari pemberitaan media massa. Januari 2016, Mabes Polri membekukan saham CKRA yang menjadi agunan. Hal ini, juga hanya diketahui Cedrus dari berita media.

Kemudian pada Februari 2016, Cedrus secara proaktif mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk menanyakan kasus. Bahkan Country Manager Cedrus ditetapkan sebagai tersangka. Atas pertanyaan Cedrus, Mabes Polri tidak memberi jawaban tuntas dan tetap tidak meminta keterangan pihak Cedrus.

"Supaya pihak asing jangan takut menggalang dana investasi ke Indonesia, Polri hendaknya segera menyelesaikan masalah Cedrus sesuai hukum. Tidak perlu malu mengoreksi kebijakan masa lalu yang salah," demikian Sufmi. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya