Berita

Dewinta Pringgodani

Pertahanan

Tito Menjembatani Kepolisian Dengan Masyarakat Sesuai Nawacita

SELASA, 21 JUNI 2016 | 09:19 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Rekam jejak di lapangan dan kemampuan akademik yang gemilang membuat Komjen Pol Tito Karnavian sebagai perwira bintang tiga paling layak untuk menjadi Kapolri.

Presiden Joko Widodo telah membuat pilihan tepat dengan menjadikannya calon tunggal. Tito akan bisa mendekatkan Polri dengan masyarakat sesuai program Nawacita.

"Pak Tito bisa menjadi jembatan dalam rangka menciptakan kepolisian dekat dengan masyarakat sesuai dengan Nawacita yang menjadi programnya pak Jokowi," kata Direktur Kajian Kasus Hukum Indonesia Development Monitoring (IDM), Dewinta Pringgodani, kepada Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu.


Menurut Dewinta, Komjen Pol Tito mempunyai kualitas serta kapabilitas, baik itu terkait hubungan internal kepolisian sendiri maupun hubungan antar lembaga. Tapi, yang lebih penting, bekas Kapolda Papua itu mempunyai ketegasan.

"Ini tentunya sangat cocok dengan visi Presiden Jokowi. Pak Tito itu calon Kapolri yang bertangan dingin. Sudah banyak kasus hukum besar yang ditangani Beliau berhasil cemerlang," katanya.

Di matanya, rekam jejak Tito sangat terkait dengan pemberantasan korupsi, perjudian dan mata rantai pasokan narkoba sampa ke akar-akarnya.

"Sosoknya juga akrab dengan operasi antisipasi dan perang terhadap gerakan terorisme," lanjut Dewinta.

Tito yang masih menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ia percaya sedang dimimpikan publik menjadi tokoh sentral dalam melanjutkan reformasi di tubuh Polri secara mendasar.

"Apalagi, bekas Kapolda Metro Jaya itu,  punya kemampuan komunikasi dan kordinasi dengan institusi penegak hukum lainnya yakni Kejaksaan dan KPK," pungkasnya. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya