Berita

foto :humas elkape

Bisnis

BPJS Ketenagakerjaan Cikarang Jamin Masa Depan Pekerja Informal

SENIN, 20 JUNI 2016 | 15:42 WIB | LAPORAN:

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) cabang Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat berkomitmen untuk penuh melaksanakan amanat UU 40/2004 tentang jaminan sosial.

"Untuk itulah kepesertaan kami perluas ke peserta Bukan Penerima Upah (BPU)," ujar Kepala Bidang Pemasaran BPU Dedi Mulyadi mewakili Kepala Cabang BPJS TK Bekasi Cikarang, Tidar Yanto Haroen dalam keterangannya, Senin (20/6).

Dedi menjelaskan, dengan adanya program ini, para peserta BPU tidak perlu khawatir lagi.


"Karena program ini sudah termasuk Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM)," lanjutnya.

Ditambahkan, program ini nantinya akan menyasar pekerja informal, pedagang, petani, nelayan, tukang ojek dan pengajar non PNS.

"Karena resiko kerja dan resiko sosial dari kelompok ini harus tetap terlindungi." tegasnya.

Menurut Dedi, program ini sudah berjalan tetapi masih lambat, karena kurangnya pemahaman tentang hak konstitusi atas jaminan sosial di kelompok pekerja BPU.

Karenanya, BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang menjalin kemitraan dengan Elkape sebagai mitra pelaksana edukasi dan sosialisasi terhadap kelompok atau paguyuban yang berpotensi menjadi peserta program BPU.

Ia  berharap para pekerja sektor non formal dapat menyadari betul pentingnya mengikuti program ini.

"Agar mereka dapat lebih tenang saat bekerja dan tak lagi khawatir akan jaminan masa depannya." tandasnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Program Elkape, Agung Wahyono menyampaikan bahwa kemitraan dalam program perluasan kepesertaan BPU ini bentuk komitmen lembaganya dalam mengawal dan memperjuangkan SJSN yang dijalankan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

"Semua demi satu tujuan yaitu perlindungan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat," ungkapnya seperti rilis dari humas Elkape.

Agung meyakinkan, program ini sangat jelas menjamin hak konstitusi rakyat Indonesia secara keseluruhan.[wid]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya