Berita

foto :humas kemenkop ukm

Masyarakat Perbatasan Atambua Dilatih Berwirausaha Pupuk Kompos

SABTU, 18 JUNI 2016 | 15:49 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Masyarakat yang tinggal di daerah berbatasan langsung dengan Timor Leste di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur dilatih berwirausaha tentang pemanfaatan dan pemasaran pupuk kompos.

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM Prakoso BS di Jakarta, Sabtu (18/6), mengatakan, bekal keahlian dan wirausaha diperlukan masyarakat di daerah terluar dan perbatasan agar ada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan bagi mereka.

"Akses mereka untuk mendapatkan sumber penghidupan yang layak belum sebesar di Pulau Jawa sehingga perlu ada bekal keterampilan sekaligus untuk meningkatkan daya saing mereka karena tinggal di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga," kata Prakoso.


Oleh karena itu, pihaknya menggelar pelatihan vocational dan keterampilan teknis salah satunya di Atambua.

Pelatihan yang diberikan disesuaikan dengan potensi lokal yang ada yakni pupuk kompos yang dimanfaatkan dari ternak sapi penduduk. Di samping itu, sebagai salah satu sentra ternak sapi, maka pelatihan pengolahan pangan abon sapi juga potensial untuk dikembangkan di wilayah itu.

Pihaknya dengan melibatkan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Belu menggelar pelatihan vocational pada 16-19 Juni 2016 di Balai Pendidikan Koperasi dan UKM Atambua dengan materi pembuatan pupuk kompos dan kelas lain dengan materi pembuatan abon sapi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Hasan Kasim mengatakan, pelatihan yang diberikan diharapkan mampu mendorong semakin banyaknya wirausaha baru lahir di wilayahnya.

"Mereka kami harapkan nantinya dapat memberikan nilai tambah produk dan mendongkrak ekonomi keluarga," katanya.

Pelatihan melibatkan para praktisi di bidang pembuatan kompos dan Lembaga Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Belu untuk pembuatan abon sapi.[wid]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya