Berita

ilustrasi/net

Nusantara

Para Penenun Tanimbar Bisa Tersenyum Lagi

SABTU, 18 JUNI 2016 | 13:18 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pelatihan tenun ikat yang diberikan INPEX, perusahaan minyak dan gas yang beroperasi di Maluku Tenggara Barat, mengubah perlahan kehidupan para wanita penenun di kabupaten itu.

Salah satunya Velin Enus (42 tahun). Kehidupan wanita asal Desa Namtabung Kepulauan Selaru, MTB ini, awalnya tidak beda dengan sebagian besar penenun asal Tanimbar lain. Teknik menenun bagi kaum hawa di MTB merupakan keahlian yang telah turun temurun diajarkan para tetua kepada wanita asal Tanimbar sejak mereka usia dini.

Di usia 10 tahun, Velin sudah mulai diajarkan cara menenun secara tradisional menggunakan alat yang dinamai gedokan. Anehnya, begitu beranjak dewasa, profesi sebagai penenun tenun ikat di Kepualuan Tanimbar atau MTB hanya merupakan pekerjaan paruh waktu yang dilakukan semata-mata karea hobi semata.


Perlahan para penenun lokal, khususnya di Kabupaten MTB, mulai meninggalkan budidaya dan produksi ikat tenun seiring dengan persepsi bahwa peluang ekonomi yang diberikan dari tenun ikat kian tak menentu dan kurang menjanjikan. Hal ini diperparah dengan akses pasar yang terbatas sehingga kurang memberikan peluang bagi pengrajin tenun lokal untuk dapat berkembang.

Namun bagi Velin, keahlian menenun mau tidak mau harus ditekuni dan dijadikan sandaran hidup bagi keluarganya. Pendapatan suami yang adalah guru sebuah sekolah negeri membuatnya mau tidak mau menjadi tulang punggung mencari nafkah.

Asa Velin mulai terajut saat ditawari untuk menjadi salah satu peserta oleh Bagian Perindustrian dan Perdagangan MTB terkait program pelatihan tenun ikat yang dilakukan INPEX.

"Hasil dari pelatihan yang diadakan INPEX membuat beta (saya) kebanjiran order. Sekarang beta harus berkonsentrasi agar pesanan tersebut dapat selesai tepat waktu. Kini beta seng (tidak) bisa lagi menunda-nunda pekerjaan, harus fokus,” ujar Velin.

Ia menjadi salah satu dari 24 penenun Tanimbar yang mendapat pelatihan tenun ikat dari INPEX saat ditemui di Fashion Show Tenun Ikat Tanimbar, Jumat 3 Juni lalu di Saumlaki, MTB yang dihadiri sekitar 500 orang.

Banyaknya pesanan kain tenun yang diterima membuat Velin harus berkonsentrasi agar pesanan tersebut selesai tepat waktu. Derasnya pesanan kain tenun yang datang silih berganti dari sebagian besar pejabat SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Kabupaten membuat kehidupan Velin kini berubah 360 derajat.

"Promosi yang dilakukan termasuk melalui Fashion Show di Saumlaki ini beta percaya sangat membantu," tuturnya.

Dari awalnya ragu, kini ia merasakan dampah positif pelatihan yang diajarkan oleh INPEX melalui Wignyo Rahadi selaku perancang busana dan pemerhati tenun ikat nasional.

Dalam pelatihan tersebut, Pak Wig, panggilan akrab penenun kepada Wignyo, membuka wawasan dan keterampilan tentang cara menenun yang sesuai dengan perkembangan dan selera pasar tanpa meninggalkan corak khas yang dimiliki tenun Tanimbar.

Beberapa teknik yang diajarkan Wignyo antara lain dalam hal pemilihan jenis benang, menyusun dan mengatur pola yang akan diterapkan pada benang tersebut hingga pengenalan terhadap Asli Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Wignyo mengutarakan, tenun Ikat Tanimbar sebenarnya memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan. Hal ini ditambah dengan tren sekarang yang cenderung mengarah kepada corak tradisional khas nusantara.

Menurut Wignyo, potensi penenun lokal di MTB sangat besar. Rata-rata kualitas teknik mereka tidak kalah dengan penenun lainnya. Hanya saja perlu ada pelatihan yang berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kreativitas dan kompetensi penenun lokal.

Velin saya lihat yang cukup menonjol dibandingkan peserta lainnya. Semangat, motivasi, dan pemahamannya tentang teknik baru yang kita ajarkan sangat mengesankan. Bahkan saat ini Velin sudah saya angkat menjadi asisten saya jika ada pelatihan,” ujar Wignyo

Senior Manager Communication and Relations INPEX Corporation, Usman Slamet, mengungkapkan bahwa kini sudah mulai tampak hasil positif dari program tersebut. Melalui kerjasama antara INPEX dan sejumlah dinas di MTB antara lain Dinas Koperasi dan UMKM, Bagian Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Pariwisata, telah terbentuk kelompok-kelompok binaan secara langsung maupun tidak di sejumlah desa di MTB yang mengikuti pola pelatihan yang diajarkan.

Dari sisi bantuan regulasi kebijakan, kini sudah ada peraturan yang mewajibkan penggunaan seragam tenun motif tanimbar bagi PNS di MTB yang membantu menggerakkan pasar setempat.

Bahkan kini Presiden dan kabinetnya juga mulai memesan kain tenun Tanimbar untuk digunakan dalam acara negara. Puncaknya belum lama ini, sebuah pagelaran fashion show pertama di MTB digelar di Saumlaki, MTB. Fashion show diyakini banyak pihak kala itu sebagai pilihan yang tepat untuk meningkatkan visibilitas dan mengembalikan pesona tenun ikat Tanimbar ini di mata publik.

"Kini para penenun Tanimbar saya yakin mukanya mulai bisa tersenyum lagi. Setelah sekian lama muka mereka merengut, ini merupakan momentum yang baik agar tenun Tanimbar dapat berdiri sejajar dengan tenun lain dan menjadi kebanggan masyarakat Tanimbar,” ujar Wakil Bupati MTB, Petrus Paulus Werembinan, saat membuka Fashion Show. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya