Berita

Politik

PILKADA JAKARTA

Kala Sejuta KTP Hampir Tak Berarti Lagi..

SABTU, 18 JUNI 2016 | 08:14 WIB | OLEH: ALDI GULTOM

Relawan Teman Ahok yakin Kartu Tanda Penduduk (KTP) dukungan yang mereka kumpulkan untuk Basuki Purnama sudah mencapai satu juta pada akhir pekan ini.

Seperti diklaim salah satu pentolan Teman Ahok yang juga mantan Komisioner KPU Pusat , I Gusti Putu Artha, dalam sebuah acara diskusi baru-baru ini ia mengungkapkan rencana Teman Ahok untuk menyerahkan dukungan 1 juta KTP secara simbolis ke Ahok sendiri pada hari Minggu besok.

Kabar terakhir menyebut Teman Ahok sudah mengumpulkan lebih dari 994.000 KTP dukungan untuk mengusung gubernur petahana itu maju ke bursa calon gubernur Pilkada 2017 melalui jalur independen.


Kemarin, Ahok sendiri mengaku akan menemui relawan Teman Ahok bila mereka sudah mengumpulkan satu juta KTP dukungan.

Namun Teman Ahok sepertinya sangat yakin target itu akan tercapai hari ini atau besok walau secara faktual masih kurang sekitar enam ribu KTP.

Sayangnya, bukan berarti satu juta terkumpul maka Ahok akan langsung meresmikan dirinya maju lewat independen. Ahok memilih masih bertahan di persimpangan.

Seperti orang-orang bimbang dan ragu akan kemampuan sendiri, Ahok dan para relawannya masih membuka peluang menyeberang ke jalur partai politik.
Hal itu dikatakan juga oleh  Putu Artha, yang notabene pernah menyampaikan ancaman beberapa relawan untuk membatalkan dukungan jika pada akhirnya Ahok memilih jalur parpol.

Lalu buat apa capek-capek mengumpulkan satu juta KTP sampai rela terbang ke Singapura kalau ujung-ujungnya masih mempertimbangkan lagi, independen atau parpol.

Sejak awal kalangan yang mengerti peta politik Jakarta sudah mewanti-wanti Ahok bahwa pertarungan lewat independen di ibukota negara ini sangatlah berat. Namun Ahok bersikeras dan terlampau "pede".

"Kalau dia punya etika politik, dia akan tetap independen," demikian pengamat politik kawakan, Ikrar Nusa Bahkti, berucap beberapa waktu lalu. Tetapi, tarikan magnet parpol, dalam hal ini kekuatan besar PDI Perjuangan, seolah terus menggoda iman Ahok.

Kubu banteng bukan tak mau mendukung Ahok. Yang mereka persoalkan adalah pilihan Ahok untuk berada di jalur non-parpol, yang bagi banteng berarti beda mazhab bak air dan minyak.

Kedekatan Ahok dengan ibu banteng, Megawati Soekarnoputri, adalah urusan pribadi. "Tetapi urusan jalan politik partai, kami tak kompromi," demikian kira-kira pernyataan tokoh PDI Perjuangan, Ahmad Basarah,

Ahok yang awalnya begitu percaya diri, dengan bekal elektabilitas selangit berani mengancam-ancam Mega untuk mendapat rekomendasi partai, kini bagaikan ayam sayur.

Bisa jadi Ahok terus teringat pengalamannya sendiri ketika berpasangan dengan Joko Widodo di Pilgub 2012. Saat itu dengan dukungan PDIP-Gerindra ia berhadapan dengan incumbent Fauzi Bowo yang elektabilitasnya kurang lebih sama dengan dirinya saat ini. Jokowi kala itu? Hanya kurang lebih 7 persen. Apalagi Ahok, hampir tak ada warga Jakarta yang mengenalnya saat itu.

Badai politik yang bertubi-tubi menimpanya belakangan ini semakin membuatnya eling. Ahok baru sadar, elektabilitas bukan datang dari langit, melainkan hasil rekayasa para ahli strategi politik yang bermarkas di parpol beserta semua mesin politiknya yang trengginas.

Bisa jadi inilah yang membuat satu juta KTP tiba-tiba seolah tak berarti lagi bagi Ahok dan teman-temannya. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Korea Selatan Diisukan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Selat Hormuz

Jumat, 04 September 2026 | 14:18

Purbaya Pamer Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Tanpa Naikkan Tarif

Jumat, 04 September 2026 | 13:59

Target Lifting 2027 Diproyeksi Tercapai, Sumur Rakyat Jadi Penopang

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi Indonesia kepada Investor Rusia

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Gus Kikin Mulai Susun Kepengurusan PBNU di Hari Perdana Ngantor

Jumat, 04 September 2026 | 13:31

Label “No Pork, No Lard” Tak Otomatis Berarti Halal

Jumat, 04 September 2026 | 13:20

Kenaikan Tarif Masuk Ragunan Masih Ramah di Kantong

Jumat, 04 September 2026 | 13:12

Legislator Soroti Anggaran Pemulihan Kantor DPRD NTB-Sulsel Pasca Demo Agustus 2025

Jumat, 04 September 2026 | 13:08

Pembangunan Dapur MBG Pakai APBN Jangan Jadi Beban Negara

Jumat, 04 September 2026 | 13:06

Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Beras

Jumat, 04 September 2026 | 13:01

Selengkapnya