Berita

Bisnis

Produk Tanah Air Tembus Afrika Timur Lewat Kenya

SABTU, 18 JUNI 2016 | 07:26 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Produk-produk dari Indonesia ikut serta dalam pameran dagang internasional di Nairobi, Kenya, yang diselenggarakan mulai dari tanggal 16 sampai 18 Juni ini.

Melalui Kenya, para pengusaha Tanah Air berusaha masuk ke pasar-pasar negara Afrika Timur.

Sejak diselenggarakan 18 tahun silam, pameran ini diikuti oleh berbagai perusahaan dari 30 negara. Berbagai produk, seperti makanan, minuman, plastik, pertanian, alat kesehatan, farmasi dan furnitur, ditawarkan dalam eksibisi tahunan tersebut.


"Lima perusahaan Indonesia berpartisipasi langsung dalam pameran," kata Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI di Nairobi, Andaru Dhaniswara, dalam keterangan pers KBRI Nairobi.

Lima perusahaan Indonesia tersebut memproduksi makanan dan minuman ringan, mie instan, ban, produk kelapa sawit dan furnitur.

Andaru menambahkan bahwa Kenya merupakan pasar potensial bagi produk ekspor Indonesia karena memiliki pendapatan per kapita yang cukup baik dibandingkan negara-negara lain di kawasan Afrika Timur. Demikian pula keanggotaan Kenya pada sejumlah persetujuan perdagangan kawasan seperti East Africa Community (EAC) dan Common Market for Eastern and Southern Africa (COMESA).

"Diharapkan semakin banyak pelaku usaha Indonesia yang menjajaki peluang ekspor ke Kenya," tambahnya.

Dalam kesempatan lain, Duta Besar RI Nairobi, Soehardjono Sastromihardjo, menegaskan besarnya peluang produk Indonesia masuk ke pasar kawasan Afrika Timur. Kenya, dengan penduduk 45 juta jiwa, atau terbesar kedua setelah Tanzania di kawasan Afrika Timur, merupakan penghubung bagi urat nadi perekonomian negara-negara landlocked country di sekitarnya.

"Sebagian besar barang-barang impor di kawasan ini didatangkan melalui pelabuhan Mombasa di Kenya," jelas Soehardjono Sastromihardjo.

Agus Susanto, perwakilan produsen mi instan asal Indonesia menyampaikan, ada sejumlah keuntungan yang dimiliki Kenya, antara lain kemampuan warga Kenya dalam berbahasa Inggris meniadakan hambatan komunikasi, infrastruktur pelabuhan Mombasa yang cukup baik serta kondisi politik dalam negeri Kenya yang mendukung pelaku usaha.

Selain itu biaya angkut logistik dari Indonesia ke Kenya yang tidak terlalu tinggi dan kemudahan transaksi perbankan merupakan suatu keuntungan.

Sebagai catatan nilai ekspor perdagangan Indonesia-Kenya pada periode 2015 mencapai US$ 187,65 juta, namun masih lebih rendah dibandingkan negara Asia Tenggara lain seperti Malaysia yang nilai ekspornya ke Kenya lebih dari US$ 700 juta.

Produk Indonesia yang diminati di Kenya antara lain minyak kelapa sawit (palm oil), coconut oil, produk kertas, ban kendaraan, tekstil dan garmen, makanan dan minuman, farmasi dan produk kimia. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya