Berita

Komjen Tito Karnavian:net

Hukum

Tito: Pak BG Dukung Saya

JUMAT, 17 JUNI 2016 | 08:28 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Komjen Tito Karnavian langsung menyambangi rumah para seniornya begitu tahu namanya diusulkan sebagai calon tunggal pengganti Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Kepala BNPT ini menangkap pesan, para seniornya itu mendukungnya sebagai kapolri, termasuk Wakapolri Komjen Budi Gunawan (BG). "Semua mendukung, asalkan saya berkomitmen melakukan reformasi dan perbaikan Polri," kata Tito, di kompleks Parlemen DPR, Jakarta, kemarin.

Hal ini disampaikan Tito di sela-sela rapat kerja antara Komisi III DPR dan BNPT, LPSK, PPATK, serta BNN. Tito tiba di ruang rapat Komisi III DPR sekitar pukul 10 pagi. Penampilan Tito tak seperti biasanya. Ia tak lagi tampil dalam balutan seragam Polri seperti ketika menjabat Kapolda Metro Jaya. Kali ini, lulusan akpol angkatan 87 itu tampil dalam balutan kemeja putih lengan panjang yang digulung.

Di ruang rapat, Tito bertemu dengan Kepala BNN Komjen Budi Waseso. Keduanya duduk satu meja bersama Kepala PPATK dan Kepala LPSK. Tito dan Buwas langsung diminta untuk foto bersama oleh para juru foto. Keduanya menyanggupi dan berfose salam komando.


Meski termasuk jenderal yang dilompati, Buwas menyampaikan dukungan kepada juniornya itu. Dia bilang, kemampuan Tito sudah teruji. "Sekarang bagaimana kita semua memberikan dukungan kepada Pak Tito bisa melaksanakan tugas untuk kebaikan Polri yang akhirnya untuk kebaikan bangsa," kata lulusan Akpol angkatan 82 ini.

Pukul 10.25, Wakil Ketua Benny K Harman membuka rapat. Sebelum masuk agenda rapat membahas anggaran, politikus Demokrat itu menyampaikan selamat dulu. "Selamat kepada kepala BNPT yang diajukan menjadi calon Kapolri," kata Benny.

Para anggota rapat pun mengikuti. Dimulai dengan Sufmi Dasco Ahmad. "Fraksi Gerindra mengucapkan selamat kepada Pak Tito dan mengapresiasi penujukkan bapak menjadi calon kapolri," ujarnya. Setelah Dasco, fraksi lain: PAN, PKS, PPP, Nasdem, dan Hanura bergantian mengucapkan selamat sebelum membacakan pandangan fraksi.

"Selamat sebagai calon kapolri Pak Tito. Pak Buwas memang masih diharapkan di BNN," kata Taufiqulhadi, dari Fraksi Nasdem, yang disambut tawa. Nama Buwas memang masuk dalam empat nama yang diusulkan Kompolnas ke Presiden. Selain Buwas, nama yang diusulkan adalah Komjen Budi Gunawan (BG), Komjen Dwi Priyatno.

Pengajuan nama Tito sebagai calon tunggal Kapolri memang mengejutkan. Soalnya, Tito dianggap masih tergolong junior. Dia dianggap melompati 6 perwira tinggi bintang tiga seniornya. Termasuk Komjen BG yang digadang-gadang mengganti Badrodin.

Terkait itu, Tito menjelaskan bahwa senioritas memang penting, tapi yang utama adalah interpersonal skill. "Membangun hubungan dengan semua pihak tapi bukan berarti menyenangkan semua pihak," kata peraih Adhi Makayasa atau lulusan terbaik 87, di sela-sela rapat.

Dia menjelaskan kepolisian adalah institusi yang bersifat komando dalam pelaksanaan tugasnya. Dia yakin, meskipun dirinya tergolong junior dalam jajaran perwira dengan pangkat bintang tiga akan mendapatkan loyalitas dari para bawahannya.

Presiden Jokowi punya alasan sendiri kenapa memilih Tito sebagai calon tunggal Kapolri. Dia bilang, pengajuan nama Tito kepada DPR setelah mendengar masukan dari Polri, Kompolnas, dan juga masyarakat.

"Saya meyakini beliau mempunyai kemampuan, cerdas, mempunyai kompetensi yang baik. Dan kita berharap DPR bisa segera memproses ini," kata Jokowi.

Presiden berharap Tito dapat meningkatkan profesionalisme Polri sebagai pengayom masyarakat dan juga memperbaiki kualitas penegakan hukum, terutama terhadap kejahatan narkoba, terorisme dan juga korupsi.

Selain itu, Presiden mengatakan bahwa Tito memiliki kompetensi, kecerdasan, membangun jaringan dengan penegak hukum institusi lainnya. "Beliau kan dapat Adhi Makayasa," pungkasnya. Rencananya, DPR akan melakukan fit and proper test kepada Tito pada Rabu depan. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya