Berita

AAGN Puspayoga/net

Puspayoga Paparkan Kebijakan UKM RI Di Markas PBB

JUMAT, 17 JUNI 2016 | 08:54 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga memaparkan kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mengembangkan UKM pada pertemuan International Council for Small Business (ICSB) di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Kamis (16/6).

Puspayoga menyampaikan pidato bersama tujuh menteri UKM dari Amerika Serikat, Mesir, New Zealand, Korea, Argentina dan Kuwait.  

Sebelum menyampaikan pidato, Puspyoga mendapat penghargaan ICSB Presidential Award karena dinilai berhasil mengembangkan human enterprenership di Indonesa. Penghargaan diserahkan oleh President of ICSB Prof. Ki-Chan Kim.  


Selain itu, Puspyoga juga menandatangani MoU dengan Menteri UKM Korea Joo Young-Sup tentang Kerjasama Teknik di Bidang Pengembangan Koperasi dan UKM.

Dalam pidato berjudul The Role of Government in Increasing Sustainability of SMEs, Puspayoga menyampaikan jumlah UKM di Indonesia mencapai lebih 57 juta unit usaha atau 99 persen dari total unit usaha di Indonesia. UKM menyumbang 58 persen terhadap PDB dan menyediakan lapangan kerja 97,3 persen.

Dia menegaskan Pemerintah Indonesia memberikan perhatian khusus kepada UKM karena terbukti tidak hanya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi tapi juga penciptaan lapangan kerja.

"Kami memiliki pengalaman yang bagus terkait UKM ketika terjadinya penurunan ekonomi pada periode 1997-1998. Pertumbuhan ekonomi minus 13,6 persen, tapi karena UKM perlahan pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 4 persen dalam dua tahun," kata Puspayoga.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Pemerintah Indonesia sangat menyadari pentingnya UKM dan kemudian memberikan kebijakan khusus untuk mendorong pengembangan UKM.

Puspayoga menegaskan Pemerintah Indonesia tidak hanya mendorong pengembangan UKM tapi juga meningkatkan kapasitasnya menghadapi globalisasi.

"Pemerintah Indonesia membuat sejumlah kebijakan dan program khususnya debirokratisasi dan deregulasi untuk memberikan lingkungan bisnis yang kondusif. Melalui sejumlah regulasi, kemudahan berbisnis di Indonesia ditingkatkan," paparnya.

Puspayoga juga mengundang negara anggota ICSB untuk berinvestasi di Indonesia. Dikemukakan, sejumlah potensi investasi sangat prospektif diantaranya infrastruktur, energi, pariwisata dan kelautan.

Puspayoga kemudian menjelaskan sejumlah program yang dilakukan, yakni One Village One Product, penumbuhan dan pengembangan kewirausahaan, kemitraan strategis dan promosi ke pasar internasional.

Disamping itu, dia menyampaikan keseriusan Pemerintah Indonesia menyediakan dukungan pembiayaan bagai UKM. Dia mengemukakan, Pemerintah Indonesia menyediakan kredit dengan bungan hanya 0,2 persen per bulan.

"Pembiayaan ini khusus didedikasikan untuk stimulus bagi UKM, khususnya meningkatkan lapangan kerja dan berorientasi ekspor," lanjut Puspayoga mengakhiri pidatonya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya