Berita

ilustrasi/net

Politik

Kementerian PANRB Tidak Kurangi Target

JUMAT, 17 JUNI 2016 | 02:08 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Kalangan Komisi II DPR memuji program yang tengah dijalankan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi,l.

Salah satu yang disorot adalah Safari Ramadhan dengan sekaligus inspeksi terhadap pelayanan publik di sejumlah daerah luar Jakarta.

Anggota dari Fraksi PAN, Yandri Susanto, dalam rapat kerja di gedung DPR yang berlangsung Rabu lalu, menyambut baik kegiatan itu. Safari Ramadhan itu juga bertujuan untuk melakukan pengawasan kinerja para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan memastikan pelayanan publik berjalan dengan baik.


"Saya mengapresiasi kegiatan Pak Menpan yang sudah datang ke Pandeglang, kemudian Serang. Harus dilanjutkan," ujar Yandri saat Rapat Kerja pembahasan pendahuluan RAPBN 2017 dan RKP 2017.

Yandri juga mengapresiasi raihan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurutnya hal tersebut menjadi bekal dalam pembenahan ke depan. Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi II lain, Hendro Hermono dan Hetifah Sjaifudian. Hetifah menyanjung keberhasilan Kementerian PANRB dalam menyerap anggaran. Ia menuturkan, dengan anggaran yang sedikit, Kementerian PANRB tetap dapat menjalankan kegiatan serta program-program di tahun 2015 hingga 2016.

"Kalau melihat pagu anggaran Kemenpan yang sedikit, saya apresiasi dapat dengan maksimal menyerap serta menjalankan kegiatan," ujarnya.

Mendapat apresiasi itu, Menteri Yuddy menanggapi bahwa kementeriannya tidak akan mengurangi target-target yang telah ditetapkan. Misalnya, penyelenggaraan Forum Komunikasi Koordinas PANRB yang sudah dilaksanakan di tujuh tempat dan akan terus dilakukan. Dalam kegiatan ini seluruh Deputi bersinergi  dalam menyampaikan kebijakan-kebijakan PANRB di daerah. Selain itu, masing-masing SKPD dapat langsung melakukan konsultasi dengan pejabat Kementerian PANRB, dalam coaching clinic.

Yuddy menambahkan, Kementerian PANRB sudah melakukan evaluasi terhadap 25 Lembaga Non Struktural (LNS) yang dibentuk oleh pemerintah. Dari jumlah itu, 21 diantaranya dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden dan empat lainnya berdasarkan Peraturan Pemeritah (PP). Disebutkannya juga soal kompetisi inovasi pelayanan publik, dengan jumlah peserta meningkat cukup signifikan bila dibandingkan tahun 2015.

Mengenai kebijakan penataan PNS yang akan dilakukan tahun 2017, Yuddy tegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menyampaikan bahwa pemerintah akan memberhentikan satu juta PNS, melainkan penataan PNS yang merupakan bagian dari road map reformasi birokrasi 2015-2018.

Hal itu juga tidak lepas dari kebijakan moratorium PNS, yang antara lain dimanifestasikan dengan zero to minus growth, sehingga pada tahun 2019 nanti jumlah PNS berkurang menjadi sekitar 3,5 juta, dari saat ini 4,5 juta orang. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya