Berita

net

Hukum

KPK Kumpulkan Bukti Aliran Dana Pengembang Ke Teman Ahok

KAMIS, 16 JUNI 2016 | 21:28 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengumpulkan bahan keterangan dan bukti untuk menaikkan dugaan aliran dana dari pengembang reklamasi Teluk Jakarta ke Teman Ahok, organisasi relawan yang mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) maju kembali di Pilkada DKI 2017.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan menjelaskan, pengumpulan bahan keterangan dan bukti alias pulbaket nantinya akan dibahas bersama tim penyelidik. Jika tim menyimpulkan akan ada penyelidikan maka pimpinan mengeluarkan surat penyelidikan baru.

"Pulbaket ini sekarang sedang dilakukan. Kalau menurut dari tim lidik perlu dinaikkan ke penyelidikan baru akan dinaikan ke penyelidikan," jelasnya di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (16/6).


Lebih lanjut, menurut Basaria, pulbaket tidak hanya mengandalkan pengaduan masyarakat. Tim bekerja secara tertutup dalam melakukan observasi dan interogasi untuk mencari kebenaran informasi dugaan aliran dana sebesar Rp 30 miliar ke Teman Ahok. Bahkan, untuk menguatkan dugaan, tim akan mengikuti seseorang yang dianggap terkait dalam kasus tersebut.

"Jadi penyelidikan itu ada beberapa. Ada yang dilakukan dengan observasi, interogasi, mengikuti orang itu ke mana saja, undercover dan banyak tingkatan penyelidikan. Kalau orangnya harus dipanggil ke kantor itu bukan penyelidikan, itu penyidikan," jelas inspektur jenderal polisi itu.

"Kalau dalam rangka penyelidikan masak harus kita panggil ke sini. Tim lidik itu bisa ke mana saja untuk memastikan informasi itu akurat atau tidak. Di mana saja boleh," tambahnya.

Meski demikian, Basaria menegaskan sebelum sampai ke tahap penyelidikan, KPK harus menemukan dua alat bukti permulaan yang cukup terlebih dulu.

"Kalau penyidik kita tak bisa menemukan alat bukti itu, ya jangan dipaksakan juga. Penegakan hukum itu harus berdasarkan fakta dan bukti," tandasnya

Dugaan aliran uang Rp 30 miliar ke kas Teman Ahok mencuat saat KPK menggelar rapat bersama Komisi III DPR RI. Di dalam rapat, politikus PDI Perjuangan Junimart Girsang menyebut adanya aliran uang ke Teman Ahok dari pengembang reklamasi lewat Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Sunny Tanuwidjaja dan pendiri Cyrus Network Hasan Nasby.

Namun, Sunny yang hari ini diperiksa penyidik KPK mengaku tidak mengetahui soal adanya aliran uang ke Teman Ahok.

"Tidak ada, tidak ada itu. Informasi dari mana itu?" ucapnya.

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, bakal menerbitkan surat perintah penyelidikan baru terkait dugaan aliran dana dari pengembang kepada Teman Ahok. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya