Berita

Nagita Slavina:net

Blitz

Nagita Slavina, Rafathar Bukan Bayi Terkaya

KAMIS, 16 JUNI 2016 | 09:28 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Rafathar Malik Ahmad be­lum genap berusia satu tahun. Namun ia sudah memiliki ribuan penggemar dari anak kecil hingga dewasa. Tak heran, bila kemudian banyak ta­waran pekerjaan datang menghampirinya.

Beredar kabar bila Rafathar mendapatkan bayaran Rp 2 miliar ketika membintangi sebuah iklan. Son­tak saja angka ini membuat publik gempar dan menye­but anak Raffi Ah­mad tersebut seba­gai bayi terkaya.

Menanggapi hal ini, Nagita Slavina selaku ibu hanya bisa tertawa saat ditanya pendapatnya soal itu. Ia merasa julukan itu terlalu berlebihan disematkan kepada anaknya.


"Anakku bayi biasa. Kan masih katanya (bayi terkaya). Yang tahu gimana dia kan aku Mas," kata Nagita.

Lebih lanjut, Gigi ini tak mau menanggapi berita-berita aneh terkait anak dan keluarganya. Ter­lebih diberi julukan terkaya, tentu bisa membahayakan keselamatan anak semata wayangnya itu.

"Nggak usah ditanggapi lah yang gitu-gitu. Kecuali yang positif. Bahaya, Mas," cetusnya.

Meski begitu, pemain film Di Sini Ada Setan (The Movie) itu mengaku bersyukur tentang kehidupannya yang saat ini dijalani. Apalagi di bulan Rama­dan ini, Gigi merasa hidupnya kian lengkap dengan kehadiran sang buah hati.

"Be­danya sekarang ada Rafathar, sekarang jadi sambil nyusuin. Lebih ramai dari sebe­lumnya," katanya.

"Tapi menyusui sambil puasa itu cepet kering aja sih. Kar­ena kan asupannya langsung diambil. Tapi Alhamdulillah sampe sekarang sih masih bisa (puasa)," sambung pemilik Pro­duction House ini.

Gigi menambahkan, sebelum memberikan ASI eksklusif sambil melakukan ibadah puasa, ia sudah melakukan konsultasi kepada dokter dan mendapatkan izin dari dokter. "Udah tanya sama dokter, katanya sih nggak apa-apa ka­tanya. Sekarang udah makan tiga kali," ujarnya. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya