Berita

foto :net

Pemerintah Bentuk Tim Potong Rantai Pasokan Pangan

JUMAT, 10 JUNI 2016 | 15:14 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Menteri Koperasi UKM AAGN Puspayoga, Mendag Thomas Lembong, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Pertanian Amran Sulaiman serta Menteri BUMN Rini Soemarno setuju membentuk tim stabilisasi harga pangan.

Tim lintas kementerian ini disepakati melalui rapat koordinasi di Gedung Kementerian Pertanian Jakarta, Jumat (10/6).

"Kami bersama-sama Mendag, Menteri Perindustrian, Menkop bersama pejabat eselon satu dan dua, sehingga nanti tim ini terbentuk lengkap dan tim ini berjalan terus menurus. Tujunnnya untuk memotong rantai pasok," kata Mentan Amran


Diharapkan dengan adanya tim ini baik petani maupun pengusaha diuntungkan, dan konsumen tersenyum.

"Memang butuh waktu tidak bisa selesai hanya satu dua hari, karena persoalan puluhan tahun yang harus kita selesaikan," jelas Amran.

Mendag Thomas Lembong mengatakan, untuk mengamankan pasokan, stabilisasi harga dan pengembangan rantai pasok yang efisien perlu sinergitas antarkementerian dan lembaga.

Kementan akan bertanggungjawab dalam penyediaan pasokan pangan melalui peningkatan produksi dan peningkatan kapasitas petani, kelompok tani dan gabungan kelompok tani. Sedangkan Kementerian BUMN melakukan pembinaan BUMN untuk meningkatkan stok dan operasi pasar.

Terkait Kementerian Perindustrian akan bertanggungjawab dalam pengembangan industri pangan primer dan olahan komoditas pangan serta koordinasi pelaku industri. Kemendag mengatur distribusi pangan, mengendalikan harga dan rantai pasok pasar serta koordinasi dengan pelaku pasar untuk menjamin stabilitas harga. Dan Kemenkop UKM akan bertanggung jawab pengembangan kelembagaan koperasi.

"Jadi ini tidak bisa satu menteri saja tapi ini tanggungjawab bersama, kami sepakat harus bersinergi dan harus cair antar kementerian dari eselon satu sampai empat  kita tidak boleh defensif, kalau ada kritikan kita anggap sebagai masukan yang positif, dan kita harus intropeksi, harus mengakui kelemahan kita masing-masing, tapi tidak ada saling menyalahkan masing-masing adalah tanggungjawab bersama," papar Lembong.

Menperin Saleh berharap tim ini bisa bekerja efektif untuk memangkas rantai pasok makanan yang terlalu panjang ini, sehingga harga di tingkat komsumen bisa lebih realistis.

"Ini yang kita aka rapat lagi secara maraton sampai sore. Ini bukan saja menghadapi bulan Ramadhan tapi akan seterusnya, dan saya kira pertemuan bersama empat menteri tambah BUMN ini masalahnya tata niaga pangan bisa diatasi secara baik demi kebaikan kita semua," pungkas dia.

Menkop UKM AAGN Puspayoga menambahkan, perlu dibangun sistem sebuah sistem yang permanen untuk memangkas rantai pasokan pangan, sehingga dengan demikian stabilitas harga di pasaran bisa wujudkan.

"Koperasi pasar yang sudah berpengalaman tinggal dimanfaatkan untuk menstabilkan harga pangan ini. Koperasi pasar siap untuk itu," tambah Puspayoga.

Pemerintah menggelar rapat koordinasi ini sebagai tindak lanjut arahan Presiden Jokowi. Menjelang maupun sesudah lebaran harga pangan harus dikendalikan agar tidak membebankan masyarakat.

Rakor ini fokus membahas pengamanan pasokan serta stabilisasi harga pangan, upaya jangka mengengah dan panjang dalam rangka memperpendek rantai pasok serta menyusun konsep struktur baru pasar pangan.

Upaya ini dimaksudkan untuk memberikan jaminan pasar dan harga layak bagi petani, konsumen menikmati pangan murah, serta pelaku usaha dan pedagang menikmati normal profit pada tingkat wajar.

Selain empat menteri, Rakor ini juga dihadiri para pejabat eselon satu dan dua kementerian terkait, Kadin, lembaga koperasi, pelaku usaha pangan, asosiasi, HKTI, KTNA, perwakilan KPK, Kejaksaan dan Polri.[wid]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

IRGC: Jika Netanyahu Masih Hidup, Kami Akan Memburunya

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:44

Benarkah Membalik Pakaian Saat Dicuci Bikin Baju Lebih Awet?

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:24

Kantor PM Israel Bantah Rumor Netanyahu Tewas

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:12

KPK Isyaratkan Tersangka Baru dari Pihak Swasta di Skandal Kuota Haji

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:40

KPK Endus Modus THR ke Forkopimda Terjadi di Banyak Daerah

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:02

Zelensky Tuduh Rusia Pasok Drone Shahed ke Iran untuk Serang AS

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:51

LPSK Beri Perlindungan Darurat untuk Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:41

Trump Minta Tiongkok hingga Inggris Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:27

Serangan ke Aktivis Tanda Demokrasi di Tepi Jurang

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:20

KPK Bongkar Dugaan THR untuk Polisi, Jaksa, dan Hakim di OTT Cilacap

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:15

Selengkapnya