Berita

Megawati Soekarnoputri/net

Politik

Mega Perlu Tertibkan Charles Honoris Dan Aria Bima

RABU, 08 JUNI 2016 | 13:24 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mesti "menertibkan" dua kadernya, Aria Bima dan Charles Honoris.

Aria dan Charles harus ditertibkan karena telah menyebar opini liar terkait sikap politik PDIP terhadap bakal calon gubernur Jakarta (incumbent), Basuki Purnama alias Ahok.

"Opini liar (keduanya) jelas merugikan PDIP dan Bu Mega sebagai pengendali partai," kata Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta), M. Rico Sinaga, kepada wartawan, Rabu (8/6).


Menurut Rico, pernyataan Aria dan Charles yang seolah memberi sinyal bahwa PDIP akan mengusung Ahok akan merugikan PDIP. Alasannya, Ahok sejauh ini mendapat citra pemimpin yang tidak membela kaum miskin (wong cilik), kelas masyarakat yang selalu diklaim sebagai sasaran perjuangan PDIP.

"Saya berharap Charles dan Aria tidak membangunkan emosi publik," ujar Rico.

Aria Bima sebelumnya meminta Ahok untuk meninggalkan jalur independen dan kembali masuk partai. Bahkan dia jamin PDIP akan mengusung Ahok tanpa Ahok perlu menjadi kader. Syaratnya satu, Ahok meninggalkan jalur perseorangan yang telah dipilihnya.

Sementara itu, Charles menyebut Ahok dan Wagub Jakarta, Djarot Saiful Hidayat (pengurus PDIP), merupakan pasangan yang mesti dipertahankan. Menurutnya, bisa jadi PDIP mengusung Ahok walau ia sudah mantap maju lewat jalur independen. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya