Berita

Deshauna Barber:net

Blitz

Miss USA 2016 Prajurit Militer

SELASA, 07 JUNI 2016 | 09:24 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Deshauna Barber (26), perempuan asal Washington DC, memenangi kontes pemi­lihan Miss USA 2016, Minggu (5/6) malam atau Senin pagi WIB. Uniknya, Barber adalah seorang prajurit militer, yang juga bekerja sebagai analis teknologi informasi di Depar­temen Perdagangan AS.

Wanita kulit hitam ini meng­gondol gelar Miss USA setelah mengalahkan dua pesaingnya yang berada di posisi runner-up, Miss Georgia Emanii Da­vis dan Miss Hawai Chelsea Hardin. Barber adalah Miss District of Columbia.

Terpilihnya Miss DC sebagai Miss USA ini adalah yang per­tama dalam 14 tahun terakhir. Hingga saat ini, baru ada tiga Miss DC yang terpilih menjadi Miss USA.


Barber lulus dari Universitas Negeri Virginia pada 2011. Dia bergabung menjadi prajurit mi­liter saat berusia 17 tahun.

Orangtua dan saudara kand­ungnya pun adalah anggota militer. Ayahnya dikirim ber­tugas ke Irak, tak lama setelah serangan teroris di menara kembar WTC pada 11 Septem­ber 2001.

"Saya merasa itu sudah menjadi tradisi keluarga," ungkap Barber saat tampil dalam sebuah acara sebelum pemilihan Miss USA.

"Keprajuritan sudah menga­lir di darahku, demikian halnya patriotisme dan pelayanan untuk negara ini."

Saat ini Barber bekerja seba­gai komandan logistik di The 988th Quartermaster Detach­ment Unit di Fort Meade. Latar belakang itu terlihat sangat mendukung kemampuan dia dalam memberikan jawaban yang tajam pada sesi tanya jawab, terkait isu perempuan di medan perang.

"Pentagon saat ini telah membuka jalur bagi para wan­ita untuk masuk ke pasukan tempur," ungkap salah satu juri, Joe Zee.

"Sekarang, sejumlah orang mempertanyakan apakah ke­bijakan ini benar jika memper­timbangkan kapabilitas wanita untuk tampil hingga jenjang tertinggi. Bagaimana pandan­gan Anda?" tanya Zee.

Barber terlihat tak ragu. Dia lalu menjawab, "Sebagai wanita di AS, saya rasa itu merupakan tugas yang luar biasa, dan kesempatan yang juga baik dari pemerintah kita untuk bisa menyatukan perempuan di semua cabang tugas militer."

"Kami sama kuatnya dengan kaum lelaki," kata dia, yang disusul tepuk tangan riuh dari penonton yang memadati T-Mobile Arena, Las Vegas.

"Sebagai komandan di unit, saya memiliki kuasa. Saya pun berdedikasi sehingga pent­ing untuk dimengerti bahwa gender bukan menjadi batasan bagi militer AS," sambung dia. ***

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya