Berita

basuki purnama/net

Nusantara

Ahok: Kacau Balau Banyak Kewenangan Dipegang Pemerintah Pusat

SENIN, 06 JUNI 2016 | 17:38 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama, mengaku heran dengan sikap Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan, yang menolak permintaannya agar pengelolaan terminal tipe A dikelola Pemprov DKI.

Ahok, sapaan akrab Basuki, menilai pengelolaan terminal penumpang tipe A di bawah pemerintah pusat justru membuat kondisi semakin kacau.

"Jadi nih kacau balau kalau terlalu banyak kewenangan dipegang oleh pusat. Makanya kita ajukan (pengalihan). Tapi secara undang-undang jelas memang kewenangan pusat," ujar Ahok di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Senin (6/6).


Ahok mencontohkan Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Kemenhub tidak berani mencabut izin trayek angkutan massal yang biasa "ngetem", berdampak pada kemacetan parah di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

"Kamu lihat enggak? Dampaknya di Pasar Rebo? Pasar Rebo itu semua bus-bus yang ngetem itu bisa enggak kamu cabut izinnya? Enggak bisa. Kemenhub cabut izin enggak? Enggak juga," tegas Ahok.

Menteri Jonan menolak permintaan Ahok untuk mengalihkan pengelolaan terminal tipe A ke Pemprov DKI. Hal itu dikatakannya saat memaparkan rencana Kementerian Perhubungan hingga 2019 kepada peserta Rapat Pimpinan PT Pelni (Persero), akhir pekan lalu (Sabtu, 4/6).

UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah mengatur pengelolaan terminal penumpang tipe A dikembalikan ke pemerintah pusat.

"Kemarin Pak Gubernur Jakarta, saya baru baca suratnya, bilang minta semua terminal tipe A di DKI itu, Kampung Rambutan, Pulogadung, Kalideres, boleh tidak dikelola DKI? Saya langsung perintahkan bikin surat jawaban. Jawabannya enggak boleh," ujar Jonan.

Jonan tegaskan, kondisi terminal bus tipe A di DKI Jakarta saat ini sangat berantakan. Ia membandingkannya dengan kondisi di stasiun-stasiun kereta yang dikelola pemerintah pusat.

"Sayamau terminal bus itu sama tertibnya dengan stasiun kereta. Itu saja. Gampang," kata Jonan. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya