Berita

muhammad ali/net

Dunia

Cassius X, Muhammad Ali Dan Tasawuf

SABTU, 04 JUNI 2016 | 14:45 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Mendiang petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, telah melalui banyak warna kehidupan sampai nafas terakhirnya di usia 74 tahun.

Banyak kisah menarik di balik kehidupan petinju yang menjuluki dirinya "The Greatest" itu belum diketahui umum.

Salah satunya soal perubahan nama. Kebanyakan orang hanya tahu Ali mengubah namanya dari Cassius Clay setelah bergabung dengan Nation of Islam pada 1964.


Padahal, sebetulnya Ali pernah mengubah namanya lebih dari sekali. Sedikit orang yang tahu bahwa perubahan nama pertamanya adalah Cassius X.

Dua pekan setelah ia memukul KO Sonny Liston pada 25 Februari 1964, pada tanggal 6 Maret, ia mengumumkan bahwa sosok Elijah Muhammad, yang memimpin Nation of Islam dari tahun 1934 sampai kematiannya pada 1975, telah memberinya nama baru: Muhammad Ali.

Tak banyak juga orang mengetahui bahwa Muhammad Ali merupakan seorang sufi.

Pada 28 April 1967, Ali menolak masuk ke Angkatan Darat AS dan berperang melawan orang-orang Vietnam Utara. Sanksi hukum jatuh kepadanya berupa pencopotan gelar kelas berat yang dimilikinya.

"Saya tidak ada masalah dengan orang-orang Vietkong, dan tidak ada satupun orang Vietkong yang memanggilku dengan sebutan nigger," ucap Ali saat itu.

Ali pun mengutip ajaran agama Islam untuk keputusannya tersebut. Awalnya memang Ali terlibat erat dengan kelompok militan Nation of Islam. Tapi di kemudian hari ia beralih ke sebuah sekte Islam yang lebih mistis.

"Ali mengumumkan bahwa ia adalah sufi sekitar tahun 2005. Ia mengatakan bahwa dari semua sekte Islam, ia merasa lebih dekat dengan tasawuf," kata Davis Miller, yang menulis buku "Approaching Ali", kepada CNN.

Para sufi percaya, menyakiti orang lain sama saja dengan menyakiti seluruh umat manusia, menyakiti diri sendiri dan merusak keindahan dunia.

"Ini cocok untuk Ali, yang telah hidup dengan cara sufi selama puluhan tahun. Ia telah berkembang dari separatis ke universalis," ujar Miller. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya