Berita

rachmawati/net

Politik

Puteri Bung Karno: Pancasila Di Atas Ideologi Sebelumnya

KAMIS, 02 JUNI 2016 | 01:50 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Rachmawati Soekarnoputri menceritakan jika Presiden Indonesia ke-I Soekarno pernah berpidato di hadapan Majelis PBB tahun 1950 bahwa Pancasila merupakan pedoman untuk menciptakan pembangunan dunia yang adil dan beradab.

Menurutnya, selaku penggali, Soekarno dengan sungguh-sungguh menunjukkan Pancasila merupakan ideologi terakhir setelah lahirnya ideologi-ideologi sebelumnya seperti kapitalisme dan sosialisme.

"Pancasila itu ada di atas ideologi sebelumnya yang sudah lahir," ujar Rachmawati di sela peluncuran bukunya berjudul 'Revolusi Belum Selesai' di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu malam (1/6).


Puteri kedua Proklamator Bung Karno itu juga menyampaikan bahwa Undang-Undang Dasar 1945 sendiri tidak bisa lepas dari nilai-nilai luhur Pancasila.

"Undang-Undang Dasar tidak bisa dipisahkan dari Pancasila, kalau terpisah akan tidak seimbang," kata Mbak Rachma, sapaan akrabnya.

Dia menambahkan bahwa era proxywar yang saat ini dihadapi penerus bangsa Indonesia tidak terlihat bentuknya namun terasa dampak keterjajahannya.

Maka dari itu, dia memastikan, buku Revolusi Belum Selesai sebagai bukti penegasan kembali perlunya negara mengacu pada UUD 1945.

"Supaya Pancasila bisa bersanding, kalau tidak akan pincang," tegas Mbak Rachma yang juga pendiri Partai Pelopor [wah] 

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

UPDATE

Empat Anggota TNI Penyiram Air Keras Sebaiknya Diadili di Pengadilan Sipil

Sabtu, 21 Maret 2026 | 02:05

Tiga Kecelakaan di Tol Jateng Tewaskan Delapan Orang

Sabtu, 21 Maret 2026 | 02:01

Kejahatan Perang Trump

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:36

Hadiri Jakarta Bedug Festival, Pramono Tekankan Kebersamaan Sambut Idulfitri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:14

Kenapa Pemimpin Iran Mudah Sekali Diserang Israel-AS

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:07

Bamsoet Apresiasi Kesigapan TNI dan Polri Tangani Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:23

Hukum Militer, Lex Specialis, dan Ujian Akuntabilitas dari Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:04

Korlantas Gagal Tangani Arus Mudik

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:00

Dokter Tifa Ngaku Dikuatkan Roy Suryo yang Masih Waras

Jumat, 20 Maret 2026 | 23:29

Air Keras dari Orang Dalam

Jumat, 20 Maret 2026 | 23:11

Selengkapnya