Berita

Irjen Pol Ari Dono Sukmanto:net

Wawancara

WAWANCARA

Irjen Pol Ari Dono Sukmanto: Yang Paling Dekat, Kami Amankan Ramadhan, Idul Fitri & Kejar Spekulan

RABU, 01 JUNI 2016 | 08:44 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Setelah duduk di kursi Wakil Bareskrim, akhirnya Irjen Pol Ari Dono Sukmanto naik jabatan, jadi Kepala Bareskrim. Target kerja sudah disiapkan, salah satunya mengamankan Ramadhan dan Idul Fitri dari aksi spekulan. Temasuk juga menuntaskan kasus-kasus besar, seperti kasus Pelindo II.

Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti, secera resmi melantik Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Ari Dono Sukmanto menjadi Kepala Badan Reserse dan Kriminal yang baru meng­gantikan Komisaris Jenderal Pol Anang Iskandar. Sejumlah peker­jaan rumah menanti Kabareskrim baru tersebut, terlebih menyam­but bulan Ramadhan. Salah satu tugasnya yakni menindak para spekulan harga.

Sebelum menjadi Kabareskrim, Ari sempat menjabat se­bagai Wakabareskrim meng­gantikan Irjen Pol Syahrul Mama. Sebelumnya, dia sempat menduduki posisi Staf Ahli Manajemen Kapolri, serta be­berapa jabatan lainnya.


Ditemui usai dilantik, ke­marin, Ari mengatakan, akan melakukan pemantauan, karena beberapa hari lagi memasuki bu­lan Puasa dan hari raya Idul Fitri. Dan momentum ini biasanya diikuti dengan peningkatan harga sembako.

"Tentu sudah dekat Hari Raya, para spekulan-lah sasaran kami. Spekulan sembako yang akan kami sasar," kata Ari yang di­jumpai usai dilantik di Mabes Polri, Jakarta, kemarin. Lalu, apa saja targetnya, berikut pen­jelasan bekas Kapolda Sulawesi Tengah itu.

Apa rencana Anda dalam waktu dekat?

Sebagai awal, akan melakukan pemantauan, karena beberapa hari lagi memasuki bulan puasa dan hari raya Idul Fitri. Dan momentum ini biasanya dii­kuti dengan peningkatan harga sembako.

Targetnya?
Tentu sudah dekat Hari Raya, para spekulan-lah sasaran kami. Spekulan sembako yang akan kami sasar.

Kenapa spekulan?
Polri harus berani menin­dak spekulan sembako karena menyengsarakan masyarakat dengan harga yang tinggi. Nantinya kami akan berkoor­dinasi dengan Kementerian Perekonomian, Kementerian Perdagangan, dan sejumlah ke­menterian terkait untuk menin­daklanjutinya. Seandainya kalau ada bukti, ya kita hajar.

Kabareskrim sebelum Anda sempat disebut bikin gaduhgara-gara mengungkap kasus "daging sapi"?
Tentunya yang paling inti, penegakan hukum, kita tidak ingin membuat gaduh dengan kegaduhan situasi nasional.

Kenapa?
Itu sejalan dengan instruksi Kapolri. Dan kita khawatir juga akan menggangu perekonomian. Apa yang jadi program pemer­intah terhambat nanti. Kita di Bareskrim akan mendukung apa yang jadi program Kapolri dan melaksanakan perintah Kapolri.

Selain spekulan tadi, apa target kasus yang ingin ditun­taskan?

Kami menargetkan sejumlah kasus segera dituntaskan dalam waktu dekat. Salah satunya ka­sus dugaan korupsi pengadaan 10 unit crane di PT Pelindo II.

Sudah sejauh mana penan­ganan kasusnya?

Kasus di Pelindo II masih proses. Dalam waktu tidak ter­lalu lama bakal dituntaskan. Berkas penyidikan kasus Pelindo II sudah selesai dan saat ini tengah diperiksa Kejaksaan. Selanjutnya, Kejaksaan akan menentukan apakah berkasnya kurang atau sudah P21 alias lengkap sehingga siap disidangkan.

Dari Kejaksaan bagaima­na?
Tentunya nanti juga menunggu bagaimana bunyi dari keterangan yang kami dapat dari Kejaksaan dan bukti-bukti yang ada. Kalau memang ada bukti bisa berkem­bang, kalau tidak ada ya cukup sampai di situ.

Masih ada target lain?
Selain itu juga ada kasus lain yang pastinya kami akan menin­daklanjuti untuk segera dituntas­kan. Ini kan sudah banyak yang hampir selesai. Tinggal menung­gu kerugian negara saja.

O..ya, soal koordinasi den­gan penegak hukum lain ba­gaimana?
Dalam waktu dekat akan di­realisasikan.

Lembaga mana saja?
Yang pertama akan berkoor­dinasi dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) da­lam penanganan kasus koru­psi. Kedua, akan bekerja sama dengan BNN (Badan Narkotika Nasional) untuk kasus narko­tika.

Saling berlomba lagi dong?
Bukan berlomba, tapi kita akan bekerja sama untuk me­nentukan target-target besar dalam melakukan peninda­kan. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya