Berita

Politik

Anggota DPRD DKI: Ahok Itu Lebay!

JUMAT, 27 MEI 2016 | 21:45 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dituding berlebihan alias lebay menanggapi keluhan pengurus RT dan RW terkait sistem Qlue.

"Masalahnya apa, tapi Ahok komentarnya justru kemana-mana. Tulis yang gede, kalau Ahok itu narsis dan lebay," kata Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (27/5).

Dia menegaskan para pengurus RT/RW tersebut tidak ada mengatakan akan memboikot pilkada. Mereka cuma mengancam mundur kalau SK gubernur tersebut tidak dicabut. "Saya bilang gubernur itu lebay dalam menanggapi letupan emosi mereka," ungkapnya.


Menurutnya, semestinya Ahok mendengarkan protes keras RT/RW terkait kewajiban melaporkan lewat Qlue minimal tiga kali per hari.

"Kan masih ada cara lain. Jadi kalau banyak RT/RW mengeluhkan Qlue, Ahok bisa gunakan cara lain. Ahok jangan menganggap Qlue sesuatu yang mutlak dan benar," ujar politisi Partai Gerindra ini.

Di Jakarta diketahui terdapat lebih dari 33.000 RT/RW. Apabila mereka wajib melaporkan persoalan lingkungan tiga kali per hari, maka setiap hari tercatat ada 99.000 laporan.

"Bicara soal informasi, Ahok sebaiknya mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas," terang Syarif.

Menurut Syarif, pasca pertemuan dengan RT/RW, Komisi A sepakat untuk merekomendasikan Ahok mencabut SK Gubernur Nomor 903 Tahun 2016 serta menunda pemberlakuan Pergub Nomor 1 Tahun 2016.

Sebelumnya, sejumlah pengurus RT dan RW melakukan dialog dengan Komisi A DPRD DKI. Mereka mengeluhkan penggunaan aplikasi Qlue sebagai perangkat pelaporan kinerja. Para pengurus RT/RW ini mengaku keberatan dengan kewajiban melapor tiga kali sehari melalui Qlue. Selain itu, mekanisme pembayaran Rp10 ribu per pelaporan juga membuat mereka merasa terhina.

Para pengurus RT dan RW yang diundang, datang dari berbagai kelurahan seperti Kelurahan Kebon Melati, Kebon Baru, Tambora, Kapuk Muara, Penjagalan, Cipinang Besar Utara, dan Bintaro. [zul]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Gandeng Boulevard Coffee, Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Transaksi Masyarakat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:23

15 Tahun Mengaspal, 70 Mitra Driver Dapat Hadiah Umrah dari Gojek

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:11

AADI Laporkan Pengalihan Saham Hasil Buyback Lewat Bursa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:12

Kebakaran di Belakang RS PIK, Asap Tebal Membubung

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:11

Peradi Profesional Jakarta Dilantik, Harris Arthur: Integritas Adalah Marwah Advokat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:02

Purbaya Girang, Danantara Setor Dividen Rp120 Triliun ke Kas Negara

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:56

Chevron Siap Perluas Proyek Minyak di Venezuela

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:39

Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Wajib Beri Pilihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:26

Amandemen UUD 1945 Didahului Pemufakatan Jahat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:12

Aktivis Senior Ingatkan Sudah Saatnya Kembali ke UUD 1945 Asli

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:39

Selengkapnya