Berita

Politik

UEA Berminat Tarik Banyak TKI Bidang Konstruksi

Tawarkan Kerjasama Sertifikasi Profesi
JUMAT, 27 MEI 2016 | 18:33 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri bertemu dengan Menteri Tenaga Kerja dan Emiratisasi Uni Emirat Arab (UEA) Saqr Ghobas dalam kunjungannya ke Abu Dhabi Kamis (26/5).

UEA merupakan negara terakhir yang dikunjungi Hanif, setelah sebelumnya ia berkunjung ke Arab Saudi dan Qatar bertemu dengan Menteri Tenaga Kerja setempat.

Dalam pertemuan dengan Menteri Ghobas, Hanif menyampaikan permohonan amnesti bagi TKI yang bermasalah kepada Presiden/Putera Mahkota Syaikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan, khususnya terhadap 200 orang TKI yang berada di Shelter KBRI Abu Dhabi dan sedang menunggu proses pemulangan.


Mereka pada umumnya adalah TKI non-prosedural yang direkrut oleh para sponsor di daerah dan ditempatkan ke UEA tidak melalui mekanisme sesuai ketentuan (non-prosedural).

Menanggapi permintaan Hanif, Menteri Ghobas berjanji akan menindaklanjutinya. Namun demikian, kata Ghobas, keputusan soal amnesti berada di bawah kewenangan Presiden/Putera Mahkota UEA Syaikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan.

Dalam pertemuan itu, Menteri Ghobas menawarkan kerja sama kepada Indonesia terkait pemenuhan kebutuhan pasar tenaga kerja di UEA yang sangat besar. UEA, kata Ghobas, masih membutuhkan tidak kurang dari  5 juta pekerja di berbagai bidang, termasuk sektor konstruksi.

Ghobas melihat Indonesia memiliki supply tenaga kerja yang besar di sektor konstruksi. Ia merasa senang jika sektor konstruksi ini nanti bisa dikaji bersama-sama antara UEA dengan Indonesia untuk memetakan lebih rinci dari sisi supply dan demand.

Ghobas, yang merangkap Ketua Umum Badan Kualifikasi Nasioal UEA, juga menawarkan kerja sama dalam sertifikasi profesi. Menurutnya, sertifikasi profesi sangat penting karena pasar tenaga kerja terampil dan profesional di UEA memiliki iklim yang sangat kompetitif.

Menaker Hanif menyambut positif kedua tawaran UEA. Menurutnya, Indonesia siap bersaing di pasar tenaga kerja UEA yang kompetitif. Pendidikan dan pelatihan kerja di Indonesia terus digenjot seiring dengan dijadikannya investasi SDM sebagai prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan itu Hanif memperkenalkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang menjadi garda terdepan dalam proses sertifikasi profesi di Indonesia. BNSP Indonesia dan Badan Kualifikasi Nasional UEA akan didorong untuk membangun kerja sama dalam sertifikasi profesi dan sekaligus harmonisasi standar kompetensi agar nantinya produk-produk serifikasi profesi di kedua negara bisa saling mendapatkan pengakuan. [ald]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

IRGC: Jika Netanyahu Masih Hidup, Kami Akan Memburunya

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:44

Benarkah Membalik Pakaian Saat Dicuci Bikin Baju Lebih Awet?

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:24

Kantor PM Israel Bantah Rumor Netanyahu Tewas

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:12

KPK Isyaratkan Tersangka Baru dari Pihak Swasta di Skandal Kuota Haji

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:40

KPK Endus Modus THR ke Forkopimda Terjadi di Banyak Daerah

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:02

Zelensky Tuduh Rusia Pasok Drone Shahed ke Iran untuk Serang AS

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:51

LPSK Beri Perlindungan Darurat untuk Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:41

Trump Minta Tiongkok hingga Inggris Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:27

Serangan ke Aktivis Tanda Demokrasi di Tepi Jurang

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:20

KPK Bongkar Dugaan THR untuk Polisi, Jaksa, dan Hakim di OTT Cilacap

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:15

Selengkapnya