Berita

Freddy Budiman:net

Politik

Telat Bos, Kemarin Kemana Saja...?

Terpidana Mati Narkoba Tobat Nasuha
KAMIS, 26 MEI 2016 | 09:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Terpidana mati gembong narkoba, Freddy Budiman, tampil beda saat menghadiri sidang Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Cilacap, Jawa Tengah, kemarin. Menggunakan gamis putih dipadu kopiah hitam, di depan para hakim, Freddy bilang mau tobat nasuha. Telat bos, kemarin-kemarin kemana saja.

Berjidat hitam dan berjanggut, Freddy terlihat tanpa beban saat menghadiri sidang yang digelar pukul 10.30 kemarin. Di sidang, Freddy membacakan surat permohonan taubat nasuha dan permohonan ampunan kepada negara yang dia bacakan saat sidang PK berlangsung.

"Surat permohonan taubat nasuha kepada Allah SWT, dan permohonan ampunan kepada negara melalui Majelis Hakim Agung yang mengadili permohonan PK saya (Freddy Budiman) di Mahkamah Agung RI Jakarta," kata Freddy Budiman saat membacakan surat itu.


Dalam surat yang ditulisnya saat berada di Lapas Gunung Sindur tertanggal 2 April 2016, dia mengungkapkan jika dirinya betul-betul bertaubat dan akan berhenti menjadi pengedar dan produsen narkoba.

"Dengan menyatakan sepenuhnya hidup mati saya kepada Allah SWT. Saya akan berjuang keras serta berusaha maksimal untuk hidup benar-benar menjadi manusia baru. Meninggalkan segala perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT, demi melihat istri dan 4 orang anak saya. Support dari keluarga membuat saya harus berhenti dan meninggalkan perbuatan saya," tulisnya.

Selain itu, dia juga menyadari dan menyesali aktivitasnya merusak anak bangsa dengan narkoba hingga terlibat dalam jaringan internasional.

Soal hukuman mati yang telah mengancamnya, Freddy mengaku siap dihukum mati jika masih melakukan bisnis narkoba di dalam sel tahanan. "Siap menerima konsekuensi dari pernyataan ini jika saya masih melakukan ataupun berbuat lagi dalam menjalani sisa pidana mati di LP saya siap menerima konskuensinya dengan eksekusi," jelasnya. Dia juga memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas segala perbuatannya selama ini.

Seperti diketahui, Freddy dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, tahun 2013 lantaran terbukti sebagai pemilik satu kontainer berisi 1,4 juta pil ekstasi. Namun, dia tak jera. Beberapa kali dia terbukti berbisnis barang haram dari dalam jeruji besi.

Di Jagat Twitter, aksi tobat Freddy justru membuat netizen geram. Tobat nasuha dianggap sudah terlambat bagi Freedy yang sudah melalui banyak catatan hitam. "Terlambat buatmu tobat, segera eksekusi Jokowi," cuit @ndh_a. Disambut @RiaBandar "Jangan percaya Freddy Budiman tobat," cuitnya. ***

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya