Berita

tb hasanudin/net

Politik

Pemberian Gelar DHC Untuk Megawati Sudah Tepat

KAMIS, 26 MEI 2016 | 06:28 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemberian gelar Doktor Honoris Causa bidang Politik dan pemerintahan terhadap Presiden RI kelima, Megawati Soekarnoputri oleh Universitas Padjajaran menjadi bukti nyata bahwa putri pendiri bangsa tersebut sukses membawa Indonesia melewati badai krisis di era kepemimpinannya.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, TB Hasanuddin, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 26/05).

"Unpad adalah lembaga terhormat yang memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Ibu Megawati dan di dalam pertanggungjawaban Rektor dan promotor dan sebagainya itu memang positif, bahwa ibu Mega telah mencurahkan seluruh tenaga, pikirannya untuk kepentingan bangsa dan negara, untuk kepentingan dan keselamatan bangsa," kata TB Hasanuddin.


Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat ini, uraian dari Rektor maupun Promotor penganugerahan sangat jelas dipaparkan alasan-alasan kenapa Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut diberi penganugerahan tersebut. Ia pun berpesan kepada seluruh kader PDI Perjuangan di Jawa Barat bisa mencontoh perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam langkah dan sikap sekaligus perjuangan Megawati dalam berkecimpung di dunia politik.

Seperti diketahui, pemberian gelar ini bukanlah tanpa alasan. Rekam jejak Ketua Umum PDI Perjuangan ini dalam perkembangan demokrasi dan politik Indonesia tidak bisa dianggap sepele. Nama Megawati Soekarnoputri tidak bisa dipisahkan dari peristiwa-peristiwa politiik di tanah air selama ini.

Sebelumnya, Megawati telah tiga kali mendapatkan gelar doktor kehormatan dari luar negeri, yakni Wasseda University, Jepang; Moscow State Institute, Rusia; dan MIT Ocean University, Korea Selatan. [ysa]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya