Berita

Dwi Soetjipto/net

Politik

Adian Napitupulu: Dirut Pertamina Arogan!

RABU, 25 MEI 2016 | 15:57 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Komisi VII DPR kembali merasa dipermainkan oleh Pertamina dan Dirut Pertamina, Dwi Soetjipto.

Hal itu berawal dari agenda Focus Group Discussion (FGD) terkait tata kelola migas yang digelar kemarin (Selasa, 24/5) di kantor Pertamina, Jakarta. Berdasar pemberitahuan sekretariat Komisi VII DPR, Pertamina mengundang para anggota Komisi untuk menghadiri acara itu.

Salah satu anggota Komisi VII, Adian Napitupulu, mengatakan sedianya acara FGD dimulai pukul 13,00 WIB. Tapi entah kenapa mundur selama 1,5 jam walaupun belasan anggota DPR sudah berkumpul. Acara pun dimulai pukul 14.30 WIB.


Setelah sambutan pembuka acara dari Dirut dan Pimpinan Komisi VII, berikutnya Pertamina menyampaikan dua paparan termasuk paparan akademis.

Nah, menurut Adian, saat pihak Pertamina memberikan pemaparan suasana ruang acara perlahan makin sepi dari peserta. Tanpa alasan jelas Dirut Pertamina pergi meninggalkan ruang acara dan diikuti oleh beberapa direksi. Akibatnya, ruang acara didominasi para anggota DPR RI dan staf Komisi maupun staf anggota DPR. Hal ini mengundang protes dari anggota DPR RI antara lain dari fraksi PKS, Gerindra dan PDI Perjuangan.

"Bagi anggota DPR komisi VII seharusnya sesuai undangan acara FGD adalah antara Komisi VII dengan Dirut Pertamina. Sehingga Dirut dan jajaran Direksi harusnya tetap hadir bersama Komisi VII di ruangan," kata Adian kepada wartawan.

Terlebih lagi, lanjut Adian, banyak pertanyaan yang akan disampaikan anggota Komisi VII terkait tata kelola migas. Diantaranya, soal benar tidaknya "pemain" migas di Petral dan ISC adalah orang-orang yang sama. Juga soal transparansi tata kelola migas, kesiapan cadangan migas jelang Lebaran serta berbagai informasi lainnya.

Setelah hujan protes akhirnya Dirut pertamina masuk kembali ke dalam ruangan. Namun demikian beberapa anggota Komisi VII sudah terlanjur kecewa karena apa yang dilakukan oleh Dirut sehingga suasana menjadi sangat tidak nyaman. Akhirnya, acara ditutup oleh Dirut tanpa penjelasan atau pemintaan maaf. Berikutnya anggota DPR Komisi VII yang meninggalkan ruangan.

"Dari peristiwa tersebut terlihat Pertamina tidak menghormati acara yang dibuatnya dan tamu yang diundangnya yaitu anggota anggota DPR RI," sesal Adian.

"Bisa dikatakan bahwa sikap tersebut adalah buah dari sikap arogan seolah Dirut Pertamina full power dan bisa berbuat sesuka-sukanya," urai Adian. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Update: Korban Jiwa Longsor Bandung Barat 16 Orang

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:52

Dede Sulaeman Wafat, Rencana MSBI Datangi Kantor FIFA di Zurich Dijadwal Ulang

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:35

Kapolri Naikkan Pangkat Dua Anggota Polisi yang Tewas Tertabrak Truk TNI

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:33

Kabar Duka Mantan Striker Timnas Dede Sulaeman Wafat di Lapang Bola

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:58

Saut Minta KPK Selidiki Sengkarut Coretax

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:50

PT ARA Bantah Gunakan Dokumen Palsu

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:26

Debut Apik Raymond-Joaquin

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:46

Tim Hukum Nadiem Makarim Tak Siap Hadapi JPU

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:32

Wapres Gibran Minta Maaf ke Korban Longsor Bandung Barat

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:18

Korupsi Sektor Pajak Terjadi karena Penyelewengan Kekuasaan

Minggu, 25 Januari 2026 | 18:59

Selengkapnya