Berita

Chloe Sevigny:net

Blitz

Chloe Sevigny, Hollywood Sarang Pelecehan Seksual

RABU, 25 MEI 2016 | 09:39 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Dunia Hollywood terlihat gemerlap dari kejauhan. Namun di dalamnya, industri perfilman yang menjadi kiblat dunia itu ternyata juga penuh borok. Masalah di Hollywood bukan hanya diskriminasi gender, ras, dan LGBT. Chloe Sevigny baru saja mengungkap fakta menyakitkan lain soal Holly­wood. Dalam panel Variety baru-baru ini, ia mengungkapkan, Hollywood juga sarangnya pelecehan seksual.

Menurut artis senior dan inspirasi di dunia model ini, setidaknya ada tiga sutradara besar yang pernah melewati batas saat sesi pemilihan pemerang (casting). Tidak jarang, kelewat batas itu menyerempet masalah seksual. Ia sendiri pernah mengalaminya.

"Saya pernah ditanya, 'Apa rencana Anda setelah ini?' Saya juga pernah ditanya, 'Apakah Anda mau belanja dan mencoba baju?' Atau 'Saya bisa membelikan Anda sesuatu di ruang ganti baju.' Itu bahkan melewati batas aneh," curhat Sevigny.


Bukan hanya itu, sang artis yang kini menyutradarai film Kitty juga pernah ditantang terang-terangan bugil.

"Seorang sutradara pernah mem­intanya, Anda harus memamerkan tubuh lebih banyak. Anda tidak bisa menunggu sampai seusia artis ini untuk telanjang di dalam film, Anda harus bugil sekarang," seperti ditiru­kan Sevigny.

Dalam film-filmnya, Sevigny me­mang pernah beradegan seksual. Misal­nya dalam Kids dan The Brown Bunny. Namun ia tidak mendapat banyak peran lain. Sevigny yakin, itu lantaran ia ser­ing menolak "ditelanjangi."

Artis 41 tahun ini yakin, apa yang per­nah dialaminya pasti masih akan terjadi sampai generasi-generasi di bawahnya. Terutama bagi selebriti-selebriti baru. "Jika Anda masih muda dan menarik, dan sangat ingin main film, itu mungkin menggiurkan. Tapi saya harap tidak."

Meski begitu, Sevigny masih me­nilai pemaparannya itu wajar. Ia bahkan tak mau menyebutnya sebagai pelecehan seksual. ***

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya