Berita

Politik

Saran Untuk Romi: Daftar Sebagai Partai Baru Atau Dukung PPP Yang Sah

RABU, 25 MEI 2016 | 11:58 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muktamar Jakarta bertekad meluruskan dan melawan setiap kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan hukum secara hukum dan politik.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat, menyikapi kian dekatnya verifikasi parpol-parpol yang lolos threshold oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di tahun mendatang.

PPP Muktamar Jakarta yakin, politik dan kekuasaan selalu berubah dan bisa berganti setiap waktu. Tetapi, pada akhirnya setiap kebijakan pemerintah akan kembali pada putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap.


Hal tersebut, lanjut Humphrey mencontohkan, tercermin pada kebijakan pemerintah terkait konflik internal Partai Golkar. Pada akhirnya pemerintah mengeluarkan SK Menkumham sesuai Putusan Mahkamah Agung (MA). Demikian pula kebijakan pemerintah tentang PSSI. Pada akhirnya Menpora mencabut Pembekuan PSSI setelah SK-nya dibatalkan MA.
 
"Kesimpulannya, Pencabutan SK Pengesahan Muktamar Pondok Gede (Muktamar Islah) dan menerbitkan SK DPP PPP Hasil Muktamar Jakarta tinggal menunggu waktu dan hal itu terjadi tidak lama lagi,' ucap Humphrey yakin.

Untuk Mempercepat dicabutnya SK Muktamar Pondok Gede dan diterbitkannya SK Muktamar Jakarta, maka di samping upaya politik, PPP Muktamar jakarta juga melakukan upaya hukum dengan menggugat lewat Mahkamah Konstitusi (MK) yang memiliki masa sidang sekitar 3 bulan, Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tata Usaha Negara yang memiliki masa sidang selama 5 bulan.

Dalam masa sidang tersebut, DPP PPP meminta Majelis Hakim agar mengeluarkan putusan sela atau provisi.

"Kami sarankan kepada kubu Romi (Ketua Umum Hasil Muktamar Islah, Romahurmuziy) untuk segera mendaftarkan diri sebagai partai baru selagi masih ada waktu yaitu sebelum tanggal 29 Juli 2016, atau mendukung PPP yang sah yaitu mengakui PPP hasil Muktamar Jakarta," pungkas Humphrey. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya