Berita

Hinca Panjaitan:net

Wawancara

WAWANCARA

Hinca Panjaitan: KLB Diminta Sebelum Sanksi Dicabut, Sekarang Sudah Dicabut, Suasananya Tentu Berbeda

JUMAT, 20 MEI 2016 | 09:30 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Wacana Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengemuka seiring dicabutnya pembekuan oleh pemerintah dan induk organisasi sepakbola dunia FIFA. Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSSIHinca Panjaitan tak menutup kemungkinan itu.
 
Namun sekarang ini, kata Hinca, KLB harus sesuai dengan Statuta PSSI dan Statuta FIFA. Apalagi, ketika tuntutan KLB pertama kali diajukan, PSSI masih berada dalam sanksi FIFA "Sekarang sanksi sudah di­cabut, jadi suasananya berbeda. Namun demikian, kita hormati sesuai dengan ritual regulasi yang diatur dalam Statuta PSSI," ujar Hinca kepada Rakyat Merdeka, kemarin. Simak wawancaranya berikut ini.

FIFA telah mencabut sanksi, langkah PSSI selanjutnya apa?
Kami akan menjalankan roda organisasi PSSI sesuai den­gan amanah kongres PSSI di Surabaya, April 2015 lalu.

Kami akan menjalankan roda organisasi PSSI sesuai den­gan amanah kongres PSSI di Surabaya, April 2015 lalu.

Detailnya bagaimana?
Praktis, selama ini program kerja kami belum bisa dijalankan karena tidak mendapatkan izin dari pemerintah. Program kerja kami sesuai arahan FIFA dalam suratnya tanggal 13 Mei 2016 merujuk ruang lingkup (TOR) yang dikerjakan Komite Ad Hoc Reformasi PSSI yakni lima bidang.

Apa saja?

Pertama, berkaitan dengan pemain, standar kontrak, NDRC dan asuransi. Kedua, good governance seperti review Statuta PSSI. Ketiga, liga profesional. Keempat, tim nasional, dan tera­khir pembangunan infrastruktur.

Sanksi sudah dicabut, lan­tas keberadaan Tim Ad Hoc bagaimana?
Keberadaannya terus berlan­jut. Karena itu pesan FIFA, sam­pai Desember 2016 penuh bek­erja, dan bila diperlukan, FIFA dapat memperpanjangnya.

Sampai kapan Anda men­jadi Plt Ketum?
Sesuai Statuta PSSI Pasal 40 sesuai ayat 6, saya menjalankan fungsi ini sampai dengan kon­gres yang akan datang.

Kapan kongres berikutnya?
Tanggal 1 Juni 2016. Dalam kongres itu nantinya bergantung kepada peserta Kongres apakah diteruskan atau tidak. Dan juga bergantung kembalinya ketua umum.

Maksudnya?

Begitu beliau kembali selesai tugas saya.

Soal desakan KLB?
Kita hargai dan kita ikuti prosedur yang sudah ditetapkan dalam Statuta PSSI. Baik me­kanisme prosedural, dan sub­stansinya menjadi concern kita. Sekaligus untuk berdialog dan berdiskusi bagaimana sepakbola ke depan kita kelola dengan leb­ih baik. KLB diminta sebelum sanksi dicabut. Sekarang sanksi sudah dicabut, jadi suasananya tentu berbeda. Namun demiki­an, kita hormati sesuai dengan ritual regulasi yang diatur dalam Statuta PSSI.

Kalau dari FIFA, apakah menyarankan KLB?
FIFA sama sekali tidak men­gurusi dan tidak bicara soal KLB. Semuanya sudah ada dalam aturannya di dalam me­kanisme internal Statuta PSSI. Pencabutan sanksi itulah jalan keluar terbaiknya.

Kalau jadi diadakan, kapan kira-kira KLB dilaksana­kan?
Kongres tahunan sudah diran­cang jauh sebelumnya. Itu sebagai kewajiban konstitu­sional tahunan PSSI yang akan dilakukan tanggal 1 Juni 2016 di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kalau tidak ada KLB, kepen­gurusan PSSI bagaimana?

KLB harus diletakkan pada posisi dan aturan serta mekan­isme yang pas dengan statuta, sebagai bagian dari konstitusi se­mua anggota menjalankan roda organisasinya.

Saat ini kepengurusan PSSI yang didaftarkan dan diakui FIFA dan AFC adalah hasil kon­gres Surabaya, April 2015 dan akan berakhir tahun 2019.

Apakah akan bertemu pe­merintah?

Untuk menjalankan tata kel­ola sepakbola Indonesia, PSSI tidak bisa sendirian. Maka berkomunikasi dengan pe­merintah adalah keniscayaan. Termasuk bicara dengan ang­gota dan stakeholder sepakbola Indonesia untuk bersama-sama membangun dan mengembang­kan sepakbola.

Nanti kalau ada intervensi lagi bagaimana?
Saya berharap, pengalaman selama satu tahun yang san­gat tidak menguntungkan, bisa menjadi pelajaran semua pihak. Semoga tidak terulang lagi.

Kapan rencana diskusi den­gan pemerintah?
Setiap saat dan setiap ada kesempatan. Kami menulis surat kepada Menpora, Mensesneg, dan Presiden Jokowi untuk dapat bertemu dan melaporkan hasil Kongres FIFA ke 66 yang men­cabut sanksi FIFA atas sepakbola Indonesia. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya