Berita

foto: net

Dunia

Pentagon: Kekuatan Militer Tiongkok Bertumbuh Cepat Di Laut China Selatan

SABTU, 14 MEI 2016 | 08:44 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Foto-foto satelit yang dimiliki Pentagon menunjukkan China telah dengan cepat membangun pos-pos militer di pulau-pulau yang disengketakan di Laut China Selatan.

Pembangunan militer itu secara signifikan meningkatkan kehadiran Tiongkok di wilayah yang selama ini dalam ketegangan tinggi.

"China terus berinvestasi dalam program militer dan senjata yang dirancang untuk meningkatkan proyeksi kekuatannya," kata Asisten Deputi Menteri Pertahanan untuk Asia Timur, dikutip dari CNN.


Laporan Pentagon ke Kongres mengungkapkan bahwa China telah menambah lebih dari 3.200 hektar daratan ke tujuh wilayah yang diokupasi di Laut China Selatan selama dua tahun terakhir.

Pada pulau-pulau buatan itu, China meningkatkan akses ke pos-pos yang menjadi pelabuhan buatan untuk memungkinkan akses untuk kapal yang lebih besar.

Masih dari laporan tahunan Pentagon tentang kekuatan militer China, disebutkan bahwa masing-masing dari tiga pos terbesar akan memiliki lapangan terbang dan landasan pacu yang panjangnya sekitar 9.800 kaki.

"Program modernisasi militer China memasuki babak baru pada 2015. Para pemimpin China tampaknya berkomitmen untuk mempertahankan pertumbuhan pengeluaran pertahanan di masa mendatang," lanjut Denmark.

China juga telah membuat perbaikan yang signifikan dalam kemampuan senjatanya selama setahun terakhir. Pentagon mengatakan peningkatan itu termasuk modernisasi rudal balistik jarak pendek dan menengah, pertahanan udara terpadu, operasi informasi dan unit penyerangan amfibi juga udara.

Selama parade militer pada bulan September tahun 2015, China meluncurkan rudal terbarunya yang mampu menghantam sasaran-sasaran sejauh 3.400 mil. Sasaran itu termasuk pangkalan militer AS di Guam, Samudera Pasifik. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya